BerandaHotelHotel Liu Men Melaka Memadukan Budaya Barat dan Timur Klasik

Hotel Liu Men Melaka Memadukan Budaya Barat dan Timur Klasik

Published on

spot_img

Tauzia Hotel Management memperluas sayapnya dengan mengelola hotel di Melaka, Malaysia. Hotel Liu Men Melaka menjadi salah satu label Preference Hotels dari Tauzia.

Hotel ini menjadi pilihan karena menampilkan keaslian, keunikan, dengan lingkungan di sekitar yang khas dan bersejarah serta menjadi daya pikat Melaka bagi dunia. Hotel ini akan menghadirkan pengalaman dan layanan unik di kota multi budaya Melaka.

Sebagai hotel butik, Liu Men Melaka memiliki 30 kamar. Liu Men sendiri memiliki arti ‘enam pintu’. Angka 6 dalam ilmu feng shui Cina diyakini sebagai angka keberuntungan. Hal itulah yang menginspirasi pemberian nama hotel tersebut.

BACA JUGA:  Accor & Ennismore Akan Menambah Portofolio di Asia Tenggara Pada 2023

Liu Men Melaka adalah harmoni antara timur dan barat, yaitu perpaduan antara art deco kolonial masa 1930 dengan sentuhan khas timur yang merupakan identitas dari budaya peranakan yang tecermin pada warna merah cerah perlambang keceriaan dan keberuntungan.

“Kami sangat senang menyambut setiap tamu melalui enam pintu dengan tangan terbuka sebagai anggota keluarga. Tidak ada orang asing di Liu Men Melaka, semua orang adalah bagian dari keluarga besar yang diperlakukan dengan hormat, kehangatan, dan pelayanan yang ramah,” kata Dadang Setiawan, General Manajer Liu Men Melaka.  

BACA JUGA:  Jade Lounge & Terrace Hadirkan Oase Hijau untuk Meeting

“Hotel kami juga merupakan pintu gerbang menuju budaya ‘Peranakan’ untuk para tamu yang ingin memanjakan diri dalam dunia yang penuh warna seni dan budaya dalam suasana yang personal,” ujar Dadang.

Melaka, salah satu kota tertua di Malaysia, merupakan tempat yang cocok dan nyaman untuk menenangkan diri dan menjauhkan diri kebisingan kota besar yang sibuk, seolah membawa para tamu kembali ke masa silam, yaitu masa yang penuh dengan semangat, di mana pada saat itu ekonomi Melaka berkembang pesat saat di bawah pemerintahan kolonial Inggris yang menjadikan kota tersebut sebagai kota pelabuhan yang berkembang dan membuka jalan bagi kebangkitan masyarakat pada akhir tahun 1930-an.

BACA JUGA:  Four Points By Sheraton Jakarta Menggalang Dana untuk WWF

Qatar Tourism Bergabung dengan PATA

London, Venuemagz.com  — The Pacific Asia Travel Association (PATA) menyambut Qatar Tourism sebagai anggota...

Perkuat Pasar Eropa, Indonesia Hadir di WTM London 2026 dengan Pengalaman Imersif

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) kembali menunjukkan taringnya di panggung...

ibis Styles Cikarang Ajak Keluarga Nikmati Kehangatan Natal Melalui Staycation dan Christmas Brunch

Bekasi, Venuemagz.com – Menyambut perayaan Natal 2026, ibis Styles Cikarang mengajak masyarakat menikmati momen...

Mercure Jakarta Grogol Hadirkan Christmas Stay Package dan Christmas Brunch untuk Sambut Natal 2026

Jakarta, Venuemagz.com – Menyambut Natal 2026, Mercure Jakarta Grogol memperkenalkan rangkaian penawaran spesial melalui...