BerandaHotelHotel Liu Men Melaka Memadukan Budaya Barat dan Timur Klasik

Hotel Liu Men Melaka Memadukan Budaya Barat dan Timur Klasik

Published on

spot_img
spot_img

Tauzia Hotel Management memperluas sayapnya dengan mengelola hotel di Melaka, Malaysia. Hotel Liu Men Melaka menjadi salah satu label Preference Hotels dari Tauzia.

Hotel ini menjadi pilihan karena menampilkan keaslian, keunikan, dengan lingkungan di sekitar yang khas dan bersejarah serta menjadi daya pikat Melaka bagi dunia. Hotel ini akan menghadirkan pengalaman dan layanan unik di kota multi budaya Melaka.

Sebagai hotel butik, Liu Men Melaka memiliki 30 kamar. Liu Men sendiri memiliki arti ‘enam pintu’. Angka 6 dalam ilmu feng shui Cina diyakini sebagai angka keberuntungan. Hal itulah yang menginspirasi pemberian nama hotel tersebut.

BACA JUGA:  Jelajahi Warisan Kuliner Nusantara di PHM Hotels

Liu Men Melaka adalah harmoni antara timur dan barat, yaitu perpaduan antara art deco kolonial masa 1930 dengan sentuhan khas timur yang merupakan identitas dari budaya peranakan yang tecermin pada warna merah cerah perlambang keceriaan dan keberuntungan.

“Kami sangat senang menyambut setiap tamu melalui enam pintu dengan tangan terbuka sebagai anggota keluarga. Tidak ada orang asing di Liu Men Melaka, semua orang adalah bagian dari keluarga besar yang diperlakukan dengan hormat, kehangatan, dan pelayanan yang ramah,” kata Dadang Setiawan, General Manajer Liu Men Melaka.  

BACA JUGA:  Nikmati Buka Puasa ala Korea di Royal Tulip Gunung Geulis Resort 

“Hotel kami juga merupakan pintu gerbang menuju budaya ‘Peranakan’ untuk para tamu yang ingin memanjakan diri dalam dunia yang penuh warna seni dan budaya dalam suasana yang personal,” ujar Dadang.

Melaka, salah satu kota tertua di Malaysia, merupakan tempat yang cocok dan nyaman untuk menenangkan diri dan menjauhkan diri kebisingan kota besar yang sibuk, seolah membawa para tamu kembali ke masa silam, yaitu masa yang penuh dengan semangat, di mana pada saat itu ekonomi Melaka berkembang pesat saat di bawah pemerintahan kolonial Inggris yang menjadikan kota tersebut sebagai kota pelabuhan yang berkembang dan membuka jalan bagi kebangkitan masyarakat pada akhir tahun 1930-an.

spot_img

Komitmen Keberlanjutan di AYANA Bali

Bali, Venuemagz.com -- AYANA Bali meraih ASEAN Green Hotel Award 2026–2028, sebuah standar pariwisata...

Surabaya Electric Forum Soroti Tahap Baru Transisi Energi Indonesia: Dari Target Menuju Implementasi

Surabaya, Venuemagz.com  - Komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi kini semakin terlihat pada berbagai...

Singapura dan Traveloka Permudah Turis Asia Tenggara dan Australia datang ke Singapura

Untuk mendorong pertumbuhan pariwisata, pada 16 Juli 2026 Singapore Tourism Board (STB) dan Traveloka...

BRI Wellness Experience Gabungkan Pameran Imersif dan Acara Musik

Jakarta, Venuemagz.com – Tren gaya hidup sehat tengah meningkat di kalangan masyarakat Indonesia. Untuk...