BerandaHotelIndustri Hotel Butuh Stimulus dari Pemerintah

Industri Hotel Butuh Stimulus dari Pemerintah

Published on

spot_img

Pandemi COVID-19 yang telah terjadi beberapa bulan terakhir ini membuat tingkat hunian hotel di Indonesia menurun. Bahkan, meskipun pemerintah telah melonggarkan PSBB, tingkat hunian hotel masih berada di bawah rata-rata kondisi normal atau belum mencapai tingkat idealnya.

Colliers International Indonesia sempat mengeluarkan data bahwa tingkat hunian hotel di Jakarta, Surabaya, dan Bali telah mengalami penurunan okupansi sejak Maret 2020. Bahkan, di bulan April 2020, tingkat hunian hotel berada di titik terendah dengan menempatkan Bali sebagai daerah yang paling berdampak.

Melihat situasi tersebut, Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, mengungkapkan, sektor perhotelan di Indonesia harus mendapatkan stimulus dari pemerintah agar tetap hidup di kondisi seperti ini.

BACA JUGA:  Hotel Harper MT Haryono Gelar Big Sale 11.11

“Hotel itu mau tidak mau harus ada satu dukungan dari pemerintah, meskipun kita semua sama-sama tahu, kondisi sekarang memang lagi sulit ya. Tapi, intinya, harus ada dukungan dari pemerintah,” jelas Ferry.

Menurutnya, pemerintah dapat membantu dengan memberikan subsidi atau mengalihkan anggarannya untuk sektor hotel. Cara seperti ini dapat meringankan beban pelaku hotel dalam mengoperasikan bisnisnya sehingga sektor ini dapat kembali bangkit.

BACA JUGA:  Capella Hotels & Resorts Meluncurkan Capella Curates

“Paling tidak, di era new normal ini, ada kegiatan pemerintah yang bisa dilakukan di hotel. Jadi, ada bujet yang bisa dialihkan ke hotel dengan cara seperti itu. Tetapi, tetap mengedepankan faktor kesehatan, kebersihan, dan keamanan,” ujarnya lagi.

Tidak hanya itu, kerja sama dan koordinasi antar-pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga pelaku pariwisata juga dibutuhkan untuk mendukung pemulihan di sektor perhotelan. Menurutnya, dengan keseragaman aturan, kebijakan, dan protokol di semua lini dapat menarik minat wisatawan untuk berbisnis atau berlibur di era kenormalan baru ini.

BACA JUGA:  PHM HOTELS Rayakan World Tourism Day dengan Semangat Keberlanjutan

Ferry mengatakan, yang paling utama dibutuhkan sektor perhotelan ialah konsistensi pemerintah dalam menanggulangi pandemi ini agar segera berakhir. Pasalnya, jika pandemi ini masih belum teratasi, maka kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata di Indonesia masih minim dan sulit untuk berkembang.

“Khususnya untuk wisatawan asing, kalau pandemi ini masih belum teratasi, mereka juga enggan untuk melakukan perjalanan ke Indonesia. Apalagi, kalau hal ini sudah diatur oleh pemerintah negaranya masing-masing, akan makin sulit bisnis hotel di sini,” ucapnya lagi.

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....