Kayangan Villa Ubud Managed by Dafam Tawarkan Suasana Sejarah dan Budaya

Monday, 06 May 19 Harry Purnama
Kayangan Villa Ubud

Nama besar Bali sudah demikian lekat dengan budaya dan seni. Betapa tidak? Masyarakatnya begitu menjunjung tinggi kelestarian adat-istiadat warisan nenek moyang yang tecermin dari kehidupan sehari-hari. Merupakan pemandangan awam melihat seorang wanita Bali menghaturkan Canangsari (sesaji yang berisikan aneka bunga) setiap pagi sebelum melakukan aktivitas sehari-hari.

Hal lain yang tidak dapat dipisahkan dari Bali adalah kesenian, misalnya Tari Kecak dan Tari Barong yang meskipun namanya sudah mendunia namun keasliannya tetap terjaga. Kedua hal yang tetap bertahan inilah—budaya dan seni—yang menjadi daya tarik utama bagi pelancong dari seluruh dunia membanjiri Bali dari tahun ke tahun.

Bila berbicara pusat seni dan budaya di Pulau Bali sekaligus suasana yang nyaman, maka tempat itu adalah Ubud yang terletak di Kabupaten Gianyar. Ubud berada sekitar 25 km sebelah utara Kota Denpasar. Meski tak memiliki pantai yang juga menjadi salah satu daya tarik wisata Bali, Ubud menawarkan segudang keindahan alam lainnya, pentas seni budaya, serta hasil kerajinan masyarakat yang eksotis. Tempat ini juga pernah menjadi lokasi pembuatan film “Eat, Pray & Love” yang menawarkan keindahan alam pedesaan bagi siapa pun yang ingin menjelajahinya.

BACA JUGA:   MesaStila Resort & Spa, Penginapan dengan Pemandangan 8 Gunung

Setelah mengoperasikan Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali, Villa Savvoya Seminyak Bali, dan Mola2 Resort Gili Air Lombok, PT Dafam Hotel Management menambah pengelolaan properti di area Bali bekerja sama dengan PT Bali Resort Eksotis untuk pengelolaan Kayangan Villa Ubud Manuaba, Kenderan, Tegallalang, yang resmi melakukan grand opening pada 4 Mei 2019. Acara ini dihadiri oleh Camat Tegallalang, Anak Agung Gde Anom Raharja selaku Direktur Utama PT Bali Resort Eksotis, Alexander Alfred selaku Komisaris, Lusyi Lusiana selaku direktur, Asteria Hesty Direktur Operasional PT Dafam Hotel Management (DHM) beserta tim, para awak media dari Bali, relasi bisnis, dan juga warga sekitar.

BACA JUGA:   Direksi Baru PT Hotel Indonesia Natour (Persero)

I Nyoman Suparsana, Villa Manager Kayangan Villa Ubud, mengatakan, dibukanya Kayangan Villa Ubud Bali ini menjadi bagian daripada eksistensi dari Desa Kenderan sebagai desa wisata dengan latar belakang budaya dan sejarah.

Berada pada ketinggian kurang lebih 500 mdpl dengan banyak sungai dan ngarai yang melewatinya, Kayangan Villa Ubud menempati lahan seluas 2.700 m2 berada di kawasan Kenderan, Tegallalang, Gianyar, di wilayah Puri Manuaba yang merupakan puri tertua di Bali.

Resor ini dikelilingi oleh persawahan, dengan fasilitas restoran, Sanken Bar, kolam renang, dan private pool. Resor ini memiliki 12 vila dengan kategori 4 Private Pool Villa, 2 Private Villa, dan 6 Pool Side Villa dengan layanan personal asisten (Butler Service) sehingga semua kebutuhan tamu akan terpenuhi selama masa tinggal.

BACA JUGA:   OYO Kembangkan Bisnis Indekos OYO Life

Keunggulan lain Villa Kayangan adalah hanya 15 menit ke Ubud Monkey Forest, museum Antonio Blanco, 10 menit menuju Tegalalang Ceking Rice Terrace, 10 menit ke Tirta Empul/Tampak Siring, Pasar Sukawati, dan 1,5 jam menuju Bandara.

Dengan lingkungan yang masih alami, Ubud menjadi inspirasi bagi para seniman. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dipisahkan dari kesenian sehingga menjadi tempat yang pas untuk menikmati aneka seni budaya Bali, khususnya di area Ubud, dan untuk harga promo yang di tawarkan selama masa pembukaan ini mulai dari harga Rp1,1 juta, sudah termasuk makan pagi.