Parador Hotels & Resorts Jalankan Dua Strategi Penting di 2019

Monday, 18 March 19 0 Comments   Harry Purnama
Parador Hotels & Resorts
Starlet Hotel Jakarta Airport, salah satu properti yang dikelola oleh Parador Hotels & Resorts.

Parador Hotels & Resorts, sebagai manajemen perhotelan yang telah eksis sejak 2012, saat ini telah mengelola sembilan hotel di Indonesia dan menargetkan kerja sama baru untuk perluasan bisnis hotel manajemen di tahun 2019 ini. Untuk mendukung strategi ini, Parador memiliki beberapa strategi, yaitu strategi di dalam human capital dan strategi pengembangan hotel.

Dalam strategi human capital, baru-baru ini Parador menyambut kehadiran Andi Setiadhi sebagai corporate business development manager. Bersama Parador, Andi memiliki peranan untuk menjalin relasi kepada investor dan calon investor.

Selain posisi business development, Parador juga baru-baru ini menyambut Arif Kurniawan. Bersama Parador, Arif menduduki posisi corporate director of revenue, dan akan fokus pada manajemen pendapatan dan analitik perilaku customer secara mikro dan mengoptimalkan penjualan kamar hotel.

Parador pun menyambut human capital director yang baru, Andre Matius. Memiliki pengalaman di bidang Human Resources selama 15 tahun di sebagian besar hotel bertaraf internasional, bersama Parador, Andre akan fokus pada pelatihan, pengembangan karyawan dan perekrutan SDM yang berkualitas.

“Dengan pengalaman Andi di bidang business development, Arif di bidang revenue management, dan Andre di bidang SDM, serta pengalaman kerja dan pencapaian yang sudah mereka raih sepanjang karier, kami yakin bahwa tim Parador akan lebih solid lagi menghadapi persaingan bisnis hotel di Indonesia, juga dapat membantu Parador mencapai target perluasan bisnis hotel yang sudah ditetapkan dan membawa Parador semakin berkembang lagi,” ujar Johannes Hutauruk, Chief Operating Officer Parador Hotels & Resorts.

Sementara untuk strategi pengembangan hotel, Parador akan membuka dua proyek hotel pada tahun 2019 ini, yaitu Starlet Hotel Jakarta Airport dan Fame Hotel Jayapura. Starlet Hotel Jakarta Airport dibangun di atas lahan seluas 1.283 m2 dengan total 120 kamar, akan segera dibuka pada kuartal pertama 2019. Dan Fame Hotel Jayapura dibangun di atas lahan seluas 1.258 m2 dengan total kamar 113 dan fasilitas pendukung seperti ruang meeting, ballroom, kolam renang, restoran, dan rooftop cafe. Fame Hotel Jayapura ditargetkan beroperasi pada kuartal empat 2019.

“Tidak hanya dua hotel yang akan segera buka, kami juga akan segera membuka kembali Ballroom Atria Hotel Gading Serpong yang kami renovasi dan diperluas dua kali lipat. Strategi ini kami lakukan untuk mengakomodasi kegiatan meeting, event wedding dan exhibition yang dapat menampung hingga 1.500 orang dengan lobi akses tersendiri dan penambahan teknologi terkini untuk meeting, wedding dan exhibition. Proyek renovasi ini menggelontorkan biaya sebesar Rp42 miliar,” ujar Johannes.

Bagi Parador, pengembangan bisnis hotel tidak hanya sebatas pembukaan hotel baru, namun mempertahankan kualitas hotel yang sudah beroperasi juga bagian dari strategi bisnis untuk mempertahankan konsistensi pelayanan, juga menjawab kebutuhan tamu-tamu hotel dan menjaga kepuasan pelanggan terhadap produk yang ditawarkan untuk terus bersaing di dalam bisnis.

Selain itu, di tahun 2018 Parador juga melakukan major renovation untuk fasilitas Fame Hotel Gading Serpong. Menurut Pramita Sari, Corporate Director of Communications Parador, “Untuk Fame Hotel Gading Serpong kami melakukan renovasi secara paralel di tahun 2018 mulai dari pembaharuan warna bagunan hotel, interior kamar tamu, koridor kamar, lobi, ruang meeting, dan restoran. Total investasi yang kami keluarkan untuk proyek ini sebesar Rp13 miliar.”