BerandaHotelPasok Hotel Jakarta Fokus di Pusat Bisnis, Bali Beralih ke Ubud

Pasok Hotel Jakarta Fokus di Pusat Bisnis, Bali Beralih ke Ubud

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – Colliers Indonesia melaporkan kinerja bisnis hotel di Jakarta dan Bali selama kuartal tiga (Q3) tahun 2025. Tercatat, pasokan hotel di Jakarta masih akan terkonsentrasi di sekitar pusat bisnis sedangkan Bali membuka pasar baru di Ubud.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan bahwa kawasan bisnis di Jakarta masih diunggulkan sebagai tempat beroperasinya hotel-hotel. Bahkan, beberapa hotel di kawasan tersebut mengalami rebranding untuk memperkuat bisnisnya.

“Kawasan bisnis atau CBD masih menjadi pasok utama hotel-hotel di Jakarta. Sejumlah hotel juga melakukan rebranding untuk memperluas pasar dan menambah portofolionya di Jakarta,” kata Ferry dalam acara Colliers Virtual Media Briefing pada 1 Oktober 2025.

BACA JUGA:  MÄ€UA Nusa Penida Raih Kemenangan Ganda dalam Ajang Penghargaan Nasional dan Internasional

Sedangkan Bali, menjadikan Ubud sebagai kontributor pasok baru untuk memperluas bisnis hotel di daerahnya. Kawasan ini menghadirkan pasok hotel kelas tinggi yang didominasi dengan bintang lima.

“Ubud ini menawarkan eksperiens yang berbeda dari destinasi Bali lainnya. Biasanya Bali identik dengan hotel dekat pantai, tetapi, Ubud menawarkan dataran tinggi seperti persawahan dan menjadi incaran para wisatawan,” ucap Ferry.

Dari segi permintaan, bisnis hotel di Jakarta pada Q3 2025 masih belum menunjukkan kinerja positif jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena berkurangnya pasar pemerintah terhadap bisnis hotel di Jakarta.  

BACA JUGA:  Accor Kelola Mercure Cibadak Sukabumi Resort

“Seperti kita ketahui, sejak awal tahun telah terjadi efisiensi anggaran bagi pemerintah. Hal ini tentu berdampak terhadap bisnis hotel dan efeknya masih terasa hingga sekarang,” ungkapnya lagi.

Berbeda dengan Bali yang cenderung menunjukkan performa stabil jika dibandingkan tahun 2024. Colliers mencatat, tarif harian rata-rata (ADR) kamar hotel di Bali mengalami kenaikan pada Q3 2025 meskipun tingkat hunian (okupansi) sedikit menurun. (Baca selengkapnya: Alasan Mengapa Tarif Harian Hotel Meningkat Padahal Okupansi Menurun)

BACA JUGA:  Perbanyak Properti Premium, OYO Siap Luncurkan 25 Hotel Sunday di Indonesia

Dengan demikian, Colliers, memproyeksikan kinerja hotel di Jakarta masih sangat menantang hingga akhir tahun 2025 ini. Jumlah bisnisnya diperkirakan akan jauh lebih rendah dari 2024 karena masih terbatasnya pasar pemerintah di tahun ini.

“Kalau bisnis hotel di Bali masih terbantu dengan banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke sana. Hanya saja, perlu hati-hati dengan adanya kebijakan moratorium hotel yang tengah direncanakan pemerintah setempat,” tutupnya.

spot_img
spot_img

TransJakarta Siapkan Rute Tambahan ke Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) telah siap digelar pada 11 Juni hingga...

Shenzhen Luncurkan Hotel Berbasis Robot Pertama di Dunia

Shenzhen, China, Venuemagz.com — Pudu Robotics, pemimpin global dalam robotika layanan komersial, dan Shenzhen...

Liburan Sekolah, Wisatawan ke Batam Naik 200 Persen

Singapura, Venuemagz.com — Menjelang musim liburan sekolah, data Agoda menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah...

Jakarta Fair 2026 Hadirkan Peserta Lebih Banyak dan Konser Musik Non-stop 32 Hari

Jakarta, Venuemagz.com - Pameran multiproduk terbesar, terlengkap, dan terlama di kawasan Asia Tenggara, Jakarta...

AYANA Bali Hadirkan Fasilitas MICE Baru Berskala Besar 

Bali, Venuemagz.com - AYANA Bali bersiap mengukir sejarah baru dalam industri event nasional maupun...

Pasok Hotel Baru di Bali Didominasi Bintang Lima Hingga Tahun 2029

Jakarta, Venuemagz.com - Bisnis perhotelan di Bali masih diangap seksi bagi sejumlah investor. Hal...

Okupansi Hotel di Bali Turun 10 Persen Akibat Konflik Timur Tengah

Jakarta, Venuemagz.com - Mengawali kuartal pertama 2026, bisnis hotel di Bali menunjukkan kinerja yang...