Jakarta, Venuemagz.com -Somerset Kencana Jakarta menggelar Workshop Eco Pounding yang dilaksanakan pada 29 November 2025 sebagai bagian dari aktivasi global Somerset Sustainability Passport Programme 2025.
Program tahunan berskala internasional ini dirancang untuk mengajak para tamu serta komunitas lokal berpartisipasi dalam kegiatan yang menumbuhkan kesadaran akan pelestarian alam, pemeliharaan lingkungan, dan penguatan nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun ini, Somerset Kencana Jakarta menggandeng Edith House, rumah kreasi ecoprint yang telah lama mengembangkan praktik ramah lingkungan dan memberdayakan komunitas melalui proses produksi berkelanjutan. Kegiatan workshop diikuti tamu hotel, keluarga, komunitas kreatif, hingga pencinta seni dan lingkungan.
Proses eco pounding merupakan salah satu metode dasar dari seni ecoprint yang memanfaatkan daun, bunga, dan batang sebagai sumber pigmen alami untuk menciptakan motif artistik di atas kain. Elemen-elemen alam tersebut ditata dengan komposisi tertentu, kemudian dipukul secara lembut menggunakan palu kayu untuk melepaskan warna dan membentuk corak unik.
Proses ini tidak hanya menghasilkan karya artistik, tetapi juga sekaligus mengajarkan pentingnya menghargai alam dan mengurangi ketergantungan pada pewarna kimia yang lazim digunakan di industri tekstil. Setiap daun dan bunga memiliki karakteristik warna dan bentuk berbeda sehingga tiap karya eco pounding menjadi unik dan tidak dapat direplikasi, menjadikannya sebagai simbol hubungan personal antara pembuatnya dan alam.
Kolaborasi ini merupakan komitmen kuat terhadap pemberdayaan manusia: para penjahit, pengrajin kulit, pengrajin patchwork, hingga teman-teman difabel dilibatkan dalam setiap lini proses produksi. Dengan fokus pada prinsip 3P (Planet, People, dan Profit), Edith House menghadirkan ekosistem kreatif yang berkelanjutan dan inklusif.
Proses ini juga mengusung prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan memanfaatkan ulang daun, limbah pewarna alami, serta sisa kain sehingga setiap bagian dari proses produksi tetap memberikan manfaat tanpa meninggalkan jejak limbah berlebih.
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mempraktikkan teknik eco pounding, tetapi juga mendapatkan wawasan mendalam mengenai bagaimana praktik kreatif sederhana dapat berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan.
Edita, pendiri Edith House, menjelaskan bagaimana daun-daun yang digunakan dapat kembali diolah menjadi kompos, bagaimana limbah pewarna alami dapat digunakan kembali untuk percobaan warna lain, hingga bagaimana potongan kain dapat diubah menjadi aksesori dan kerajinan bernilai. “Proses kegiatan ramah lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil dan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan kemauan untuk memanfaatkan kembali sumber daya yang tersedia,” kata Edita.
Bani Sasianto, Residence Manager Somerset Kencana Jakarta, mengatakan, workshop eco pounding ini bukan hanya tentang proses kreatif, tetapi juga tentang bagaimana memahami kembali hubungan manusia dengan alam. “Melalui Somerset Sustainability Passport Programme, kami ingin memberikan ruang bagi para tamu dan komunitas untuk ikut serta dalam aktivitas yang bermakna, menyenangkan, dan berdampak positif,” ujar Bani.
Lebih lanjut Bani mengungkapkan, kolaborasi dengan Edith House memperkuat pesan bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari langkah kecil—dari sebuah daun, dari selembar kain, dan dari komunitas yang peduli. “Somerset Kencana Jakarta tak hanya memberikan layanan perhotelan, tetapi juga mengemban tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui program-program yang berdampak nyata,” jelas Bani.
Melalui kegiatan eco pounding ini, Somerset Kencana Jakarta berharap dapat menumbuhkan semangat baru dalam diri peserta untuk semakin menghargai alam serta menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Workshop ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah inspirasi dan refleksi tentang bagaimana seni, komunitas, dan alam dapat menyatu dalam harmoni yang saling memperkuat.
Sebagai bagian dari jaringan global Somerset, properti ini akan terus berkomitmen untuk mengembangkan program-program yang memperkuat nilai keberlanjutan dan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan komunitas lokal.





