Phuket, Venuemagz.com – Pada 2024, Phuket dikunjungi lebih dari 11 juta wisatawan mancanegara, naik 28% dari tahun sebelumnya. Ini memperkuat posisinya sebagai destinasi liburan utama di Asia Tenggara.
Namun, saat wilayah pantai selatan seperti Patong semakin penuh sesak, pantai utara yang masih sepi—dari Pantai Naithon hingga Mai Khao—mulai jadi surga bagi wisatawan yang mencari ketenangan, ruang luas, dan keaslian.
Padatnya kawasan Phuket Selatan membuat banyak wisatawan bisnis mencari tempat lain yang memadai untuk kegiatan MICE sekaligus untuk bersantai. Apalagi, wilayah Phuket Selatan cukup jauh dari Bandara Internasional Phuket, yakni sekitar 1 jam dalam keadaan normal. Kalau macet, waktu tempuhnya bisa mencapai 2 jam.
Karenanya, bisnis perhotelan di Phuket Utara mulai melihat peluang yang begitu besar. Untuk itu, sejumlah hotel mewah di Phuket Utara, Thailand, bersatu meluncurkan kampanye bersama untuk mempromosikan wilayah Phuket Utara sebagai tujuan MICE dan leisure.
Dengan slogan “Above and Beyond”, kampanye ini menonjolkan daya tarik utara pulau Phuket yang santai, berbasis alam, dan dekat dengan alam liar.
Claude Sauter, General Manager The Slate, mengatakan, “Ini strategi bisnis, bukan sekadar pemasaran merek.”
Target Ambisius The Slate
The Slate Phuket merayakan ulang tahunnya yang ke-40 pada tahun 2026 ini. Di usia yang sudah sangat dewasa ini, The Slate Phuket mengejar mimpi untuk menjadi tujuan wisata MICE dan leisure nomor satu di kawasan Phuket Utara, tepatnya di Nai Yang.
Salah satu keunggulannya adalah lokasi The Slate yang hanya berjarak sekitar 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Phuket.
The Slate memiliki 208 kamar dan sejumlah fasilitas bagi tamu leisure, seperti tiga buah kolam renang, pusat kebugaran, area bermain anak, nursery, dive center, dan juga spa.
Menariknya, The Slate memiliki delapan restoran dengan tema berbeda-beda, yaitu Black Ginger, Rivet & Rebar, Tin Mine, Underground Café & Poolside, Tongkah Tin Syndicate, Shore Thing, Private Dining, dan Chef’s Table.

Untuk keperluan MICE, The Slate memiliki Tongkah Hall seluas 550 meter persegi. Grand ballroom tanpa pilar ini cocok untuk berbagai kegiatan dengan kapasitas hingga 500 orang. Selain itu, The Slate juga memiliki tujuh ruang pertemuan lain dengan berbagai ukuran dan kapasitas.

Selain ruang meeting dan ballroom, The Slate juga memiliki sejumlah area lainnya yang bisa digunakan untuk kegiatan MICE. Misalnya, area outdoor bernama Colosseum yang bisa digunakan untuk berbagai acara, seperti gala dinner, pertunjukan musik, resepsi pernikahan, hingga aktivitas team building. Tempat ini dapat memuat hingga 50 round table dengan kapasitas hingga 500 orang.

Selain itu, The Slate juga memiliki sejumlah vila yang bisa digunakan untuk gathering, dinner, meeting, hingga fashion show. Menurut Claude, ada tiga buah vila yang bisa digabungkan hingga menghasilkan kapasitas maksimal 80 orang, dengan luas total 2.000 meter persegi yang terdiri dari 4 kamar tidur.
Claude mengatakan, untuk tamu MICE, saat ini mayoritas berasal dari Singapura yang banyak mengadakan meeting maupun konferensi.
“Target utama kami adalah company based di Singapore karena banyak regional office di sana,” ujar Claude.
Akan tetapi, Claude juga menargetkan tamu MICE dari negara lain, seperti Thailand, Hong Kong, hingga ke Australia. Bahkan, untuk kegiatan wedding, The Slate pernah menjadi tuan rumah untuk tamu yang melangsungkan pesta pernikahan dari Australia, Eropa, dan Amerika.
“The Slate sangat besar dan fasilitas MICE-nya sangat besar. Kita juga ada outdoor space. Karenanya, kita sangat cocok untuk kegiatan MICE,” ujar Claude. “Dari Asia Tenggara dan Asia Timur, semua ada banyak penerbangan langsung ke Phuket jadi memudahkan mereka untuk datang ke sini.”

Claude menambahkan bahwa turis leisure masih menjadi market utama dari The Slate. Sementara, tamu MICE diharapkan bisa mengisi okupansi hotel selama masa low season, yakni dari Mei sampai Oktober, terutama dari market regional untuk kegiatan insentif dan meeting.
“Tantangan kami adalah pada saat high season karena kami penuh dengan tamu leisure. Jadi, ketika ada permintaan besar untuk MICE saat high season, kami agak kesulitan untuk memenuhinya, terutama apabila memesan 80-100 kamar untuk 2-3 malam, kita tidak bisa mengambilnya. Karena tamu leisure biasanya menginap 8-10 malam. Januari sampai Maret itu sangat menantang. Untuk grup kecil, kami masih bisa menanganinya,” ujar Claude.
“Target kami adalah mendapatkan 10 persen untuk MICE, 15-20 persen kalau bisa. Tapi belum tentu konsisten karena tiap tahun permintaannya berbeda-beda,” tutup Claude Sauter.




