W Bali Seminyak Kelola Limbah Makanan

Tuesday, 02 February 21 Bonita Ningsih
W Bali Seminyak

Program Good Travel with Marriott Bonvoy garapan Marriott International menawarkan berbagai pengalaman perjalanan penuh makna bagi wisatawan seluruh Asia Pasifik. Program ini berfokus pada tiga kegiatan berbeda, yakni perlindungan lingkungan, terhubung dengan komunitas, dan konservasi laut.

Pada program terhubung dengan komunitas, W Bali Seminyak dari Indonesia menjadi salah satu hotel yang berpartisipasi di dalamnya. Dalam hal ini, W Bali Seminyak membuat program khusus dengan nama Food for Thought.

Program ini menawarkan perspektif kepada para tamu tentang ekonomi sirkular dan bagaimana memanfaatkan limbah makanan secara baik. Hotel ini juga menggandeng sebuah organisasi non-profit, Scholars of Sustenance (SOS), dalam membantu pelaksanaan program Food for Thought.

Pelaksanaan programnya dilakukan dalam bentuk donasi makanan kepada organisasi lokal, seperti panti asuhan, yayasan, gereja, dan komunitas lain yang membutuhkan. Donasi yang dikirimkan berupa makanan lebih atau makanan sisa dari hotel yang masih layak untuk dikonsumsi.

BACA JUGA:   Hotel Indonesia Group Resmi Operasikan 10 Hotel Baru

Pihak hotel mengajak langsung para tamunya untuk berpartisipasi dalam program ini. Hal-hal yang dilakukan ialah menyiapkan makanan bergizi dari sisa makanan hotel dan bahan-bahan tidak terpakai. Selanjutnya, pihak hotel akan mengirimkannya kepada orang-orang yang membutuhkan di kawasan Bali.

Bart Buiring, Chief Sales and Marketing Officer Marriott International Asia Pasifik, menjelaskan, program ini dilakukan karena melihat ada tren baru dari masyarakat terkait lingkungan sekitarnya. Menurutnya, wisatawan akan meluangkan waktunya untuk memberikan pengaruh positif dari destinasi yang mereka kunjungi. Oleh sebabnya, program ini bertujuan untuk mengubah cara pandang seseorang terkait perjalanan wisatanya.

BACA JUGA:   Nikmati Afternoon Tea Khas Indonesia di ATMAN Lounge

“Mungkin yang dulunya hanya murni untuk kesenangan pribadi dapat berubah jadi lebih peduli sama sekitarnya. Mereka dapat mempelajari lebih dalam tentang lingkungan alam yang terhubung dengan staf dan juga komunitas lokal di sekitarnya,” katanya.