Westin Resort Nusa Dua Kurangi Kapasitas Ballroom 60 Persen

Tuesday, 02 June 20 Bonita Ningsih
Bali international convention centre westin resort nusa dua

Wacana pemerintah untuk menjadikan Bali sebagai pilot destination dalam penerapan program CHS (Cleanliness, Health, dan Safety) disambut baik oleh para pelaku hotel di Bali. Beberapa pelaku usaha perhotelan sudah mulai mempersiapkan new normal dengan protokol yang ketat.

Saraswati Subadia, Director of Sales and Marketing Westin Resort Nusa Dua & BICC, mengatakan, saat ini pihaknya sudah siap jika Bali menuju new normal. Westin Resort pun mulai menjalankan bisnisnya, namun tetap mengedepankan kenyamanan dan keamanan setiap tamunya.

Salah satu strategi yang akan dilakukan Westin Resort Nusa Dua ialah dengan memanfaatkan ruang terbuka untuk menyelenggarakan berbagai acara. Cara ini merupakan inovasi terbaru yang dikemukakan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Cok Ace mengatakan bahwa Bali akan membuat inovasi terbaru dengan menggelar kegiatan MICE di ruang terbuka.

“Kita juga harus punya inovasi dan kreativitas untuk menyambut new normal ini. Kalau pemerintah bilang menggelar acara di ruang terbuka, kita sudah punya fasilitas pendukung itu karena lokasi kita di pinggir pantai. Jadi, mudah saja kalau mau bikin kegiatan outdoor,” ungkap Saras.

Dalam pelaksanaannya, Saras juga akan mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol yang ketat demi keamanan dan kenyamanan para tamu yang datang. Menurutnya, SOP ini sudah diatur oleh jaringan properti hotelnya dan akan menjadi acuan dasar dalam menghadapi new normal di Bali.

“Pastinya kami akan menyediakan berbagai perlengkapan untuk standar kebersihan hotel dan para tamu. Selain itu, bagian resepsionis kami juga sudah ada pembatasnya, jadi tamu tidak perlu khawatir kalau ingin bertanya terkait informasi di hotel kami,” ucapnya lagi.

Tidak hanya itu, Saras juga memberlakukan protokol yang ketat untuk unit makanan-minuman di hotelnya. Ia mewajibkan seluruh tim yang bekerja di dalamnya untuk menggunakan masker dan sarung tangan sehingga makanan yang dihasilkan terjamin higienis.

“Kami juga akan mengubah cara penyajian makanannya, mungkin akan seperti bento box atau yang lainnya. Saat ini, masih kami pikirkan cara terbaiknya agar semua tamu yang datang ke sini merasa aman dengan penyajian makanan dari kita,” dia menambahkan.

Selain itu, pihaknya telah membuat social distancing set up untuk para tamu yang ingin menggelar kegiatan MICE di Westin Resort Nusa Dua dan BICC. Selain menerapkan social distancing di ruang terbuka, untuk di dalam ruangan pihaknya akan mengurangi jumlah tamu yang hadir agar tetap terhindar dari penyebaran virus Corona.

“Kita sudah melakukan perhitungan ulang, jadi akan ada pemotongan layout dan kapasitas sekitar 40 hingga 60 persen dari jumlah biasanya. Misalnya saja yang tadi bisa menampung 2.500 orang, saat ini hanya diperbolehkan untuk 600 orang saja. Sedangkan untuk venue outdoor, kami sudah menyiapkan contoh set up untuk menggelar acara di pinggir pantai,” jelas Saras.

Lebih lanjut Saras mengatakan, saat ini pihaknya juga sudah menyiapkan teknologi event bagi yang menggelar kegiatan MICE di dalam ballroom. Dalam hal ini, pihaknya telah menyiapkan layar khusus yang diletakkan menggantung di tengah ruangan agar para audien dapat menikmati seluruh rangkaian acaranya dengan baik.

“Kita punya screen yang menempel di tengah stage. Kita bikin berbeda agar tamu yang datang bisa melihat semua paparan dengan baik. Tentunya, setiap tamu yang datang akan kita beri jarak satu meter seperti yang diterapkan pemerintah,” ujarnya.