Beberapa Modus Eksploitasi Seksual Anak Secara Online

Tuesday, 27 July 21 Venue

Generasi milenial harus mengetahui apa saja eksploitasi seksual yang dilakukan secara online. Hal itu dikatakan Andika Zakiy, Program Coordinator SEJIWA, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/7/2021).

Menurutnya, ditemukan kerentanan anak dari eksploitasi seksual online di masa pandemi Covid-19 oleh ECPAT Indonesia, yaitu dari 1203 responden, terdapat 287 pengalaman yang dialami responden saat berinternet di masa pandemi.

“Mereka memanfaatkan anak untuk melalukan aktivitas seksual (baik secara langsung atau tidak langsung) dengan menggunakan teknologi. Jadi eksploitasi tidak melulu karena ekonomi. Bisa karena terpapar media, faktor kesenangan, dan akditif. Oleh karena itu pengawasan orangtua harus lebih ekstra,” tuturnya.

BACA JUGA:   Benteng Penangkal Paham Radikalisme, Terorisme, dan Separatisme

Andika mengatakan, terdapat beberapa modus eksploitasi seksual anak secara online yang harus dikenali orangtua, di antaranya:

  • Child Sexual Abuse Material (CSAM).

Alias materi yang mengandung muatan kekerasan seksual terhadap anak. Setiap perwujudan melalui sarana apapun, seorang anak terlibat dalam situasi nyata atau disimulasikan secara eksplisit melakukan aktivitas seksual atau perwujudan lain dari organ seks anak, utamanya untuk tujuan seksual.

  • Grooming Online Untuk Tujuan Seksual.

Sebuah proses untuk menjalin atau membangun sebuah hubungan dengan seorang anak melalui penggunaan internet atau teknologi digital lain dengan maksud untuk memancing, memanipulasi, atau menghasut anak agar anak bersedia melakukan kegiatan seksual. Contohnya, melalui bujuk rayu.

  • Sexting.

Proses seorang anak secara intens mengirimkan pesan seksual secara eksplisit atau gambar yang menunjukkan sisi seksualitas dari dirinya. Gambar atau video yang dikirimkan ini bisa berupa tampilan semi telanjang, erotis, atau aktivitas seksual dan biasanya dibagikan kepada pacar atau teman dekat.

  • Sextortion (pemerasan seksual).
BACA JUGA:   Pandemi Mempercepat Adopsi Digital UMKM

Berarti pemerasan seksual, adalah proses seseorang dipaksa untuk memberikan imbalan seks, uang, dan barang berharga lain atau memproduksi materi seksual.

  • Siaran Langsung Kekerasan Seksual Terhadap Anak.

Siaran langsung kekerasan seksual terhadap anak terjadi ketika seorang anak dipaksa untuk tampil di depan kamera atau webcam untuk melakukan aktivitas seksual atau menjadi subjek dari kekerasan seksual.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Mengamankan Akun WhatsApp Dari Kejahatan Siber

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).