Ragam Penipuan Online di Sektor Jasa Keuangan

Tuesday, 27 July 21 Venue
keamanan digital internet

Tindak kejahatan siber atau fraud cybercrime di sektor jasa keuangan termasuk perbankan sering ditemukan. Menurut Devi R. Ayu, Communications & Digital Marketing Specialist, banyak korban berjatuhan akibat kurang memahami risiko yang mengancam sehingga tidak bisa mengambil langkah antisipasi.

“Anda harus waspada. Sebab, ada banyak cara penipuan online yang bisa membahayakan keuangan Anda,” kata dia dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (26/7/2021).

Menurutnya, saat ini, semua bisa dilakukan secara online. Mulai dari berbelanja, pesan tiket pesawat terbang, hotel, dan lain sebagainya. Sehingga, lanjut dia, ada ragam penipuan online yang bisa menimpa siapa pun juga.

BACA JUGA:   Milenial Monopoli Pasar Belanja Online

Ragam penipuan pertama yaitu phishing atau tindakan mencuri data mulai dari nama hingga alamat untuk mengakses rekening bank atau menyampaikan pesan dengan sifat fitnah. Lalu, yang kedua ada eBay scam. “Penipuan yang satu ini adalah menjual barang dengan harga jauh di bawah pasar untuk menipu pembeli,” kata Devi.

Ketiga, lanjut dia, ada Nigerian Letter yang biasanya berisi tawaran mengenai bantuan mencuci uang dengan iming-iming akan diberi imbalan besar. “Namun, nantinya Anda akan disuruh membayar pajak lebih dulu.”

Dia melanjutkan, ada juga online lottery, berupa skema yang mirip dengan Nigerian Letter, namun skema ini memanfaatkan mode lotre saja. Sementara kelima, terdapat Ponzi scheme, yakni skema penipuan yang sudah terstruktur seperti penawaran program investasi dengan bunga besar. Keenam ada HYIP (A high-yield investment program) yang juga mirip dengan Ponzi scheme.

“Terakhir adalah money game yang mengharuskan Anda berinvestasi uang lalu nantinya akan mendapatkan komisi dari investasi tersebut, padahal sebenarnya bohong belaka,” ujar Devi.

BACA JUGA:   Kiat Membangun Personal Branding

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).