Bijak Menyikapi Komentar Negatif di Medsos

Saturday, 16 October 21 Venue

Media sosial menjadi salah satu wadah bagi setiap orang untuk memperluas jaringan sosial dengan mudah. Bahkan kini, bermain media sosial menjadi suatu tren budaya tersendiri yang banyak diikuti sebagian besar masyarakat. Melalui media sosial, kata Sukma Ningrum, Key Opinion Leader, orang dapat membagikan aktivitas keseharian, membagikan foto, dan berbagai informasi lainnya.

Sukma mengatakan, meskipun semakin luas jejaring sosial yang dapat dilakukan masyarakat, bukan berarti media sosial tidak mempunyai efek buruk.

“Salah satunya ketika hate speech atau komentar negatif yang dengan mudah ditujukan pada orang melalui media sosial tanpa harus mengenal. Seperti yang banyak diterima oleh para selebriti atau publik figur yang aktif di media sosial,” ujar dia dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (15/10/2021).

Hal itu, kata Sukma, tentu menjadi dilema tersendiri bagi para pengguna media sosial, terutama jika pernah mengalami masalah tersebut. Sebab mendapatkan komentar negatif dapat menimbulkan masalah mental tersendiri bagi para korban. Oleh karena itu, Sukma mengatakan, perlu mengetahui bagaimana cara menanggapi komentar negatif di media sosial agar tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan mental secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berinvestasi

Cara menanggapi komentar negatif di media sosial ini, kata dia, harus dilakukan dengan bijak agar tidak menyebabkan masalah yang semakin rumit. Sebab, tidak jarang komentar negatif yang dibalas akan berbuntut panjang bahkan hingga sampai jalur hukum.

Sukma mengatakan, terdapat beberapa cara menyikapi komentar negatif di media sosial dengan bijak yang perlu diketahui, di antaranya:

  • Bersikap Positif

Cara menanggapi komentar negatif di media sosial yang pertama yaitu dengan bersikap positif. Meskipun Anda mendapatkan perlakuan negatif, namun tidak ada salahnya untuk tetap bersikap dan bertindak positif di media sosial.

  • Bersikap Sopan

Cara menanggapi komentar negatif di media sosial berikutnya yaitu tetap bersikap sopan. Dalam hal ini, sebaiknya hindari drama yang semakin menambah masalah menjadi rumit dan tetap pertahankan sikap tenang.

  • Minta Mereka untuk Menghubungi Secara Pribadi

Cara menanggapi komentar negatif di media sosial juga bisa dilakukan dengan meminta pihak yang bersangkutan menghubungi Anda secara pribadi. Jika komentar yang ditujukan bersifat menjatuhkan dan sangat mengganggu, Anda bisa mengirim pesan langsung kepada orang tersebut untuk melakukan diskusi secara pribadi.

  • Lakukan Percakapan Publik dengan Hati-Hati
BACA JUGA:   Mengubah Perilaku Konsumtif Menjadi Produktif

Cara menanggapi komentar negatif di media sosial juga bisa dilakukan dengan percakapan publik. Namun dalam hal ini, Anda perlu berhati-hati dalam memberikan setiap tanggapan. Sebab membuka percakapan secara publik dapat dilihat oleh umum dan siapa saja bisa terlibat dalam percakapan tersebut.

  • Minta Mereka untuk Menghapus Komentar

Meminta mereka untuk menghapus komentar juga bisa menjadi salah satu cara menanggapi komentar negatif di media sosial yang Anda terima. Cara ini bisa dilakukan terutama ketika Anda merasa komentar negatif yang ditujukan kepada Anda tidak benar dan merusak reputasi.

  • Gunakan Humor

Cara menanggapi komentar negatif di media sosial dengan baik dan lebih santai bisa dikemas dengan humor lucu. Jika mendapatkan komentar negatif, Anda bisa memberikan tanggapan dengan guyonan atau humor yang lucu dan menghibur. Meskipun terkesan nyeleneh, namun cara ini sangat efektif dilakukan untuk menghindari serangan lebih lanjut.

  • Minimalisir Komentar Negatif
BACA JUGA:   Hati-Hati Dalam Memasarkan Produk Secara Digital

Perlu diingat, meskipun media sosial tidak menghubungkan Anda secara tatap muka dengan orang lain namun menjaga sikap sopan santun tetap perlu dilakukan.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).