Bijak Saat Berkomentar di Media Sosial

Friday, 09 July 21 Venue

Berkomentar di media sosial (medsos) di satu sisi mendatangkan kebaikan, tetapi bisa juga membawa keburukan bila tak bersikap bijak saat berkomentar. Hal itu diungkapkan R. Panji Oetomo, Pegiat Literasi Digital, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (7/7/2021).

“Ingat, jari jemari kita akan jadi bumerang kalau tak berhati-hati. Untuk itu, selalu bijak bersosial media,” ujar dia.

Kemudahan mengakses internet, kata dia, membuat kita semakin bebas mengekspresikan diri di media sosial. Namun, kebebasan itu tidak selamanya berujung baik. Buktinya, masih banyak ditemui komentar yang kurang pantas dan malah menimbulkan konflik. Apalagi, beberapa waktu lalu terdapat kasus perundungan di dunia maya yang berujung maut. Menurut Panji, sesungguhnya fenomena yang kurang mengenakkan seperti ini, bisa dicegah. Salah satunya, dengan mengendalikan diri sendiri.

BACA JUGA:   Pentingnya Kode OTP Saat Bertransaksi Online

“Seharusnya dalam memberikan komentar masyarakat harus berpikir ulang. Apakah komentarnya bagus atau tidak dan juga benar apa salah. Karena di medsos dunia maya terkoneksi dengan identitas Anda di dunia nyata,” ujarnya.

Panji pun memberikan tips bijak saat hendak berkomentar di media sosial:

•            Berikan komentar sesuai konteks permasalahan. Saat mencuat permasalahan di media sosial, kita memiliki kecenderungan untuk ikut memberikan opini. Sebenarnya itu adalah hal yang lazim terjadi. Tapi, alangkah lebih bijak bila berkomentar sesuai konteks masalah yang sedang hangat dibicarakan.

•            Hindari menyerang pribadi seseorang. Ketika mengomentari sebuah isu, sering muncul beberapa oknum membawa-bawa latar belakang seseorang. Mereka tidak lagi berkomentar pada konteks masalah, tetapi justru menyerang pribadi orang yang sedang diperbincangkan atau malah menyerang sesama netizen.

BACA JUGA:   Risiko Kecanduan Internet Dan Cara Mengatasinya

•            Gunakan bahasa yang sopan. Setiap orang punya hak berkomentar. Namun, pergunakan kata-kata sopan. Hindari memakai kata makian atau menyebut nama hewan untuk menjelekkan. Berikan pendapat tanpa harus menyakiti hati.

•            Hargai pendapat orang lain. Pendapat setiap orang bermacam-macam karenanya, kita tentu berbeda. Berkaca dari itu, sepatutnya kita menghargai pendapat orang lain. Menghargai bukan berarti selalu setuju. Kita bisa berada di sisi seberang dengan menyampaikan argumen berbeda.

•            Pikirkan kembali sebelum berkomentar. Memberikan pendapat pada suatu persoalan memang tidak ada salahnya. Tapi, pertimbangkan kembali apakah kamu benar-benar memahami apa yang sedang jadi sorotan atau tidak? Kalau tidak yakin, lebih baik urungkan niatan berkomentar.

BACA JUGA:   Bonus Konten Positif

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).