Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi menggelar webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Sampang, Jumat (18/6/2021). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar dampak negatif penggunaan internet.
Abdul Rozak, Founder Senyum Desa Indonesia, mengatakan, dunia digital dapat dimanfaatkan untuk memberikan penghasilan, antara lain dengan menjadikannya ajang berbisnis.
Abdul Rozak menyebutkan, terkait pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses bisnis contohnya saat ini telah ada, seperti profesi pengojek yang awalnya konvensional berubah online yang berbasis teknologi.
“Pemanfaatan teknologi untuk proses bisnis akan terus didorong ke masyarakat sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan,” harapnya.
Rozak menambahkan, ada banyak sekali peluang yang bisa dikembangkan lewat dunia digital ini, dan ia berharap anak muda Sampang bisa ekspansi bisnisnya secara digital.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Jumat (18/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Achmad Vicky Faisal (Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Madura), Fendi Agus Syaputra (Founder Komunitas Yuk Baca), Haikal Basagilli (Direktur IBAN Jawa Timur), dan Key Opinion Leader Mohammad Syuitonil Ichsan (Ketua VSCO Indonesia dan Co- Founder Explore Madura).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).




