Cara Menekan Risiko Penipuan Investasi Online

Tuesday, 24 August 21 Venue

Digitalisasi dalam dunia finansial mengalami perkembangan positif. Saat ini, semakin banyak pilihan investasi berbasis online yang dikelola oleh perusahaan Teknologi Financial atau Financial Technology (fintech).

“Banyak perusahaan fintech mempermudah kita dalam mengelola dan mengembangkan keuangan,” kata Dhimas Dwi N. H, Dosen Politeknik Negeri Malang, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (23/8/2021). Namun, lanjut dia, banyak juga yang tidak menyadari apa itu fintech, manfaat serta cara kerja dari fintech.

Dhimas mengatakan, fintech merupakan istilah yang digunakan untuk inovasi dalam bidang jasa keuangan dan finansial melalui sentuhan teknologi. Adanya teknologi dalam dunia finansial inilah yang mempermudah transaksi keuangan menjadi lebih mudah, aman, dan transparan.

Menurut dia, manfaat fintech yang utama adalah memberikan akses finansial yang lebih luas kepada masyarakat (inklusi keuangan) karena semua bisa diakses online. Seperti contoh, ada beberapa startup fintech yang memiliki produk finansial memberikan akses pinjaman kepada bisnis atau perorangan dengan agunan yang fleksibel dan dapat diajukan secara online.

BACA JUGA:   Bisnis Online Untuk Pemula, Begini Caranya

Fintech yang memberikan akses pengembangan dana kepada orang yang ingin berinvestasi dengan modal awal yang kecil, supaya semua kalangan masyarakat bisa mencoba untuk mengembangkan dana. Mengingat melakukan investasi seringkali terbilang cukup rumit dan merepotkan,” tuturnya.

Munculnya fintech, lanjut Dhimas, juga dapat meningkatkan taraf hidup serta daya beli dari masyarakat. “Fintech memiliki peranan yang cukup besar dalam perekonomian di era digital seperti sekarang ini,” ujar dia.

Untuk menekan risiko adanya penipuan dalam melakukan investasi online, Dhimas mengatakan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti:

  • Melihat review dari pengguna lain

Melihat review dari orang-orang yang sudah menggunakan investasi online. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Apabila investasi online dalam bentuk aplikasi, bisa membandingkan ulasannya di App Store atau Google Play.

  • Berhati-hati saat memberikan/mengisi data personal
BACA JUGA:   Ragam Dampak yang Ditimbulkan dari Berita Hoaks

Saat sudah yakin untuk memulai investasi online, maka perlu dipastikan untuk tidak memberikan data-data sensitif. Data-data seperti pin ATM, kata sandi akun internet banking, dan beberapa data penting bank lainnya tidak perlu diberikan kepada siapapun.

  • Pastikan alamat dan nomor kontak pengelola

Walaupun memilih sebuah investasi online, jangan lupa untuk memastikan kantor fisik dan nomor telepon dari investasi yang dipilih. Apakah benar pilihan memiliki kantor fisik dan benar-benar memiliki usaha tersebut. Apabila tidak memiliki waktu untuk mendatangi kantor fisik, bisa melakukan pengecekan singkat di search engine untuk melihat bentuk kantor dari investasi online tersebut.

  • Pastikan memiliki izin dari regulator resmi

Pastikan platform tersebut memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan adanya izin resmi, proses transaksi yang dilakukan tentu akan diawasi lembaga keuangan pemerintah agar tidak terjadi tindak penipuan atau tindakan lainnya yang dapat merugikan calon pengembang dana.

BACA JUGA:   Kecanduan Internet dan Pengaruhnya Pada Tubuh

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).