Tantangan dan Peluang Pembelajaran Jarak Jauh

Friday, 01 October 21 Venue

Pembelajaran jarak jauh di tengah Pandemi Covid-19 memiliki sejumlah tantangan dan peluang. Menurut

Stebby Julionatan, Ketua GPMB & Founder Komunlis, tantangan tersebut bisa soal komunikasi, metode, dan interaksi.

“Juga soal dukungan dari orangtua dan siswa serta budayanya seperti tata cara, nilai dan aturan yang diterapkan,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (30/9/2021).

Tantangan pembelajaran jarak jauh, kata Stebby, juga bisa terkait kesehatan, yakni soal kondisi mata, telinga, dan punggung yang terlalu lama menatap layar perangkat digital. “Tantangan lain juga soal aktivitas, karena siswa jadi banyak duduk dan kurang gerak. Secara emosi juga kadang muncul stres, malu, kangen teman atau guru serta dari faktor keamanan tantangannya data pribadi bisa bocor,” ujar Stebby.

BACA JUGA:   Bahasa Indonesia Terkikis Di Media Sosial

Adapun soal peluang pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19,kata dia,  juga tak kalah banyak dengan tantangannya. “Dari aspek kesehatan, pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 ini meminimalisir risiko tertular virus. Selain itu, secara waktu juga mendorong pembelajaran bisa berlangsung secara on time, atau tidak molor,” katanya.

Pembelajaran jarak jauh, kata Stebby, juga mendorong materi-materi yang dibuat bisa lebih beragam dan memacu kreativitas dan tugas yang diberikan. Sedangkan dari sisi peserta, peluang yang bisa diperoleh juga bisa lebih banyak, karena dari berbagai tempat bisa mengikuti pembelajaran tersebut.

“Konsentrasi peserta dalam pembelajaran jarak jauh bisa cenderung lebih fokus dan siswa dalam proses belajar juga lebih mandiri,” ujarnya.

BACA JUGA:   Harus Menjadi Perhatian, Ini Ragam Cybercrime

Dia menambahkan, dalam pembelajaran jarak jauh konsentrasi siswa dapat lebih fokus, karena mungkin hanya melihat layar dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Namun, ada yang perlu diwaspadai dari interaksi digital terutama dengan pembelajaran jarak jauh ini. Yakni, bagaimana bisa membatasi agar informasi pribadi jangan tersebar.

“Baik alamat rumah hingga data diri siswa. Jadi, tetap saring sebelum sharing, karena rekam jejak digital anak itu juga penting, dan kenali ancaman keselamatan anak yang biasanya terkait dengan perundungan, penipuan dan juga kekerasan,” ujar dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Membawa Iman Dalam Bermedia Sosial

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).