Enam Alasan Perlu Pengetahuan dan Keterampilan Digital

Sunday, 25 July 21 Venue

Dalam perkembangannya, teknologi digital menjadi bagian penting dari industri jasa keuangan.  Penawaran, pembukaan rekening, ataupun pembelian produk dan jasa keuangan dapat dilakukan secara digital. Oleh karena itu, seseorang perlu punya bekal pengetahuan dan keterampilan memadai dalam menggunakan teknologi digital secara tepat, benar, dan aman.

“Pengetahuan dan keterampilan mengenai produk dan layanan jasa keuangan perlu dimiliki agar dapat memahami manfaat dan risiko dari produk dan jasa keuangan,” kata Sri Astuty, Relawan Mafindo, Wasekjend AAKIPT & Dosen FISIP ULM Banjarmasin, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (23/7/2021).

Sri mengatakan, hasil survei literasi keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019 menunjukkan indeks sebesar 38,03 persen. Artinya dari sekitar 285 juta penduduk Indonesia, baru sekitar 108 juta orang yang sudah melek keuangan.

“Kita belum bisa memastikan apakah 108 juta orang yang telah melek keuangan itu juga sudah melek digital. Begitu juga sebaliknya, kita belum tahu apakah 171,17 juta orang yang sudah menggunakan internet di Indonesia sudah masuk dalam kategori melek keuangan,” tuturnya.

BACA JUGA:   Peran Penting Orangtua Atasi Anak Kecanduan Internet

Oleh karena itu, lanjut dia, kemampuan literasi keuangan yang dipadukan dengan kemampuan literasi digital menjadi modal penting masyarakat dalam menghadapi digitalisasi sektor jasa keuangan. Sri mengatakan, terdapat enam alasan mengapa konsumen perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan digital yang memadai, yaitu:

  • Satu per satu lembaga jasa keuangan mulai menjual produk dan layanan jasa keuangan secara digital. Selain untuk mempercepat layanan kepada konsumen, hal ini juga untuk menghemat biaya operasional. Lembaga jasa keuangan khususnya bank bisa menghemat biaya karena tidak perlu lagi berinvestasi dengan mendirikan kantor layanan fisik yang banyak seperti saat ini.
  • Dalam melakukan transaksi keuangan digital, faktor keamanan menjadi isu penting. Perlindungan data pribadi konsumen merupakan prioritas utama yang harus dijaga, baik oleh konsumen maupun lembaga jasa keuangan. Bocornya data pribadi konsumen dapat dimanfaatkan pihak lain untuk melakukan kejahatan. Aplikasi digital merupakan kumpulan fungsi dan perintah yang digerakkan mesin digital sehingga tidak bisa membedakan antara konsumen yang sesungguhnya atau orang lain yang memakai data konsumen tersebut.
  • Literasi keuangan digital akan memudahkan seseorang mengakses produk dan layanan jasa keuangan, baik melalui aplikasi lembaga jasa keuangan tersebut maupun aplikasi yang dimiliki oleh usaha teknologi finansial (fintech) dan e-commerce yang juga memberikan layanan jasa keuangan. Dengan demikian, literasi keuangan digital akan membantu meningkatkan inklusi keuangan masyarakat ke sektor jasa keuangan secara cepat dan mudah.
  • Dalam jangka panjang diperkirakan semua transaksi keuangan akan beralih ke teknologi digital dan menuju cashless transactions. Mau tidak mau, sejak sekarang kita sudah harus mempersiapkan diri dengan kemampuan literasi digital yang mumpuni. Kemampuan literasi digital ini bukan hanya untuk kepentingan transaksi keuangan, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas kehidupan lainnya yang berbasis digital.
  • Kemampuan literasi keuangan digital yang memadai membuat hidup seseorang semakin nyaman karena semua transaksi keuangan menjadi mudah, menghemat biaya, dan tidak dibatasi oleh waktu. Saat ini kemampuan literasi keuangan digital bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga telah menjadi lifestyle di era Revolusi Industri 4.0.
  • Pembatasan pergerakan manusia di saat terjadinya pandemi Covid-19 ini menyebabkan transaksi digital makin diminati dan makin dibutuhkan. Pertemuan secara fisik dalam melakukan transaksi keuangan sedapat mungkin dihindari sehingga peran teknologi sangat penting.
BACA JUGA:   Orangtua Berperan Dampingi Anak Gunakan Gawai

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).