Informasi di Internet, Cek Dahulu Sebelum Sebar

Thursday, 30 September 21 Venue

Pengguna internet yang bijak menurut Moh. Rizki Firdaus, Direktur Utama CV Kreasi Anak Nusantara, akan melakukan cek dahulu sebelum share atau menyebarkan berita apapun.

“Perlu mengenali informasi dan cek kembali berasal dari sumber yang kredibel sebelum menyebarnya,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (29/9/2021).

Kemudian, jika teridentifikasi hoaks, Rizki meminta untuk menghentikan informasi tersebut dan tidak menyebarkannya. Informasi tersebut, lanjut dia, juga dapat dicek kembali di situs anti hoaks.

Rizki mengatakan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan agar pengguna internet bijak dalam bermedia sosial, yaitu:

  • Bebas asal jangan sampai bablas

Selalu waspada dan tingkatkan privasi dalam bermedia sosial khususnya data pribadi yang akan digunakan dalam berinternet. Berpikir bijak dalam bermedia sosial menjadi suatu kunci dalam kenyamanan menggunakan internet jangan sampai berlebihan dalam menggunakannya. “Bebas asal jangan sampai bablas dan bebas dalam berekspresi asal jangan sampai depresi,” kata Rizki.

  • Jejak digital itu kejam adanya
BACA JUGA:   Mengamankan Akun WhatsApp Dari Kejahatan Siber

Pendekatan keagamaan merupakan langkah jitu dalam literasi digital pada era saat ini. Karena dengan pendekatan agama yang baik individu menjadi lebih berhati-hati dalam bermedia sosial karena terikat rambu-rambu keagamaan. “Waspada dalam bermedia sosial karena jejak digital itu kejam adanya. Nanti jangan sampai anak-cucu kita mencontoh perilaku yang kita lakukan sekarang dengan berhati-hati bersosial media,” ujar Rizki.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, tantangan di ruang digital saat ini semakin besar. Berbagai konten-konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat seperti hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digita.

BACA JUGA:   Ketergantungan Gawai, Orangtua Harus Bertindak

“Semua itu perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Presiden saat membuka Program Literasi Digital Nasional, beberapa waktu lalu.

Menurut Presiden Joko Widodo, kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif. “BVanjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif,” katanya.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya meningkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, dan yang menyerukan perdamaian.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Teknologi Mampu Akselerasi Transformasi Pendidikan

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).