Instrumen Dalam Investasi Online

Saturday, 18 September 21 Venue

Saat ini berinvestasi dapat dilakukan dengan mudah. Tidak perlu datang ke manager investasi. Berinvestasi diyakini dapat meningkatkan taraf hidup lebih baik di masa depan.

“Prosedur dalam berinvestasi pun tidak sulit karena hadirnya platform online,” kata Amin Jaya, Owner & Founder PANAMA Group, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (17/9/2021).

Investasi online merupakan penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang. Beberapa keuntungan dalam berinvestasi online, yakni bisa dilakukan di mana pun, bisa mendapatkan update informasi setiap saat, mudah untuk mengontrolnya dari handphone, informasi jelas dan transparan, serta cepat dan praktis.

Menurut Amin, terdapat beberapa Instrumen dalam investasi online, di antaranya:

  • Nabung Emas Digital

Emas merupakan investasi yang dikenali sejak lama. Emas memiliki harga yang cenderung naik setiap tahunnya, ini dapat mengurangi dampak inflasi yang kita rasakan di masa mendatang. Investasi emas digital bisa dilakukan di beberapa perusahaan fintech dan pegadaian.

  • Reksadana Online
BACA JUGA:   Agar Anak Tak Kecanduan Gawai

Dengan reksadana kita menitipkan uang kepada manajer investasi untuk disimpan ke beberapa instrumen investasi. Investasi reksadana dibagi menjadi reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana obligasi, dan reksadana campuran.

  • P2P Lending

Peer to Peer Lending ialah investasi yang mempertemukan pemilik dana dengan orang yang mengajukan pinjaman.

  • Saham

Menaruh uang sebagai modal di suatu perusahaan. Sebelum investasi sahan online, kita perlu mendaftarkan diri pada perusahaan sekuritas.

  • Deposito

Deposito ialah tabungan berjangka yang hanya bisa diambil pada waktu tertentu yang telah ditentukan.

  • Equity Crowdfunding

Investasi ini adalah penggalangan dana yang melibatkan masyarakat sebagai investor untuk proyek usaha tertentu, misalnya UMKM.

BACA JUGA:   Pentingnya Menjaga Keselamatan Aset Digital

“Investasi secara teori, semakin tinggi hasil yang kita inginkan berbanding lurus dengan resikonya yang tinggi,” ujar Amin.

Karena risiko itu, lanjut dia, harus waspada terhadap beberapa hal sebelum mulai berinvestasi online. Pertama, memilih jenis instrumen investasi yang tepat. Kedua, kredibilitas perusahaan sekuritas atau broker. Ketiga, memahami skema investasi online. Keempat, memahami tingkat risiko investasi online. “Selain itu, perhatikan perizinan dari perusahaan investasi yang kita pilih. Perusahaan yang aman telah mendapatkan izin dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

“Agar lebih aman, gunakan internet pribadi saat berinvestasi, membuat kata sandi yang unik, dan memastikan perangkat yang digunakan untuk investasi aman,” tambah dia.

BACA JUGA:   Era Digitalisasi Bikin Privasi Ringkih

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).