Mengontrol Penggunaan Gawai Pada Anak

Friday, 20 August 21 Venue
Edu Gears Exhibition

Penggunaan gawai pada anak yang tidak dipantau dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak. Menurut Dr. Katherine, begitu juga dengan ketidakmampuan orangtua yang tidak mengontrol bisa  berdampak buruk pada anak. Dampak buruk itu, lanjut dia, bisa melalui games, media sosial, pornografi, dan kejahatan lainnya di dunia siber.

Katherine mengatakan, pemakaian gawai dapat memicu kecanduan yang membuat perilaku anak dapat berubah. Anak disebut cenderung tidak dapat berkomunikasi dengan baik di dunia nyata dan memiliki kosakata yang sedikit.

“Jika anak terpapar pornografi maka dapat membuat kecanduan yang lebih parah dari pada narkotika. Kecanduan ini dapat merusak cara otak dalam fokus, berpikir, dan mengambil keputusan,” ujarnya sebagai Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).

BACA JUGA:   Pentingnya Menerapkan Internet Sehat

Bahaya kejahatan di dunia siber, kata dia, bisa berujung pada penculikan, eksploitasi, perdagangan, dan kekerasan seksual. “Oleh karena itu, orangtua perlu mengontrol dan mengawasi penggunaan gawai bagi anak.”

Menurut dia, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mengontrol penggunaan gawai pada anak, di antaranya:

  • Mengaktifkan kontrol orangtua

Orangtua harus memasang fitur ‘kontrol orangtua’ pada telepon pintar sebelum digunakan anak. Fitur ini tersedia berupa aplikasi pada gawai. Fitur ini dapat membatasi hal-hal yang boleh diakses oleh anak selama menggunakan gawai. Orangtua juga dapat memantau aktivitas anak.

  • Gawai tidak diberikan

Orangtua disarankan untuk tidak memberikan kepemilikan gawai kepada anak dengan sepenuhnya. Sebaliknyanya, gunakan istilah meminjamkan agar dapat dilakukan pengawasan.

  • Sering memantau
BACA JUGA:   Hoaks, Pencipta ‘Kehebohan’ di Medsos

Orangtua diminta untuk sering memantau aktivitas anak di gawai dengan memeriksa bagian history ataupun percakapan anak di media sosial. Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya beri nasihat pada anak dengan baik.

  • Batasi waktu penggunaan

Penelitian menyebut penggunaan gawai untuk anak maksimal 4 jam 17 menit setiap harinya. Anak hanya diizinkan memegang gawai di siang hari. Sementara, terapkan waktu tanpa gawai pada pukul 6-9 malam.

  • Jangan di kamar tidur

Melarang anak menggunakan gawai di kamar tidur karena orangtua tak bisa mengawasi anak dengan leluasa. Sebaiknya, penggunaan gawai dilakukan di ruangan yang lebih terbuka agar dapat diawasi.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Puasa Medsos, Begini Caranya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).