Penerapan TIK di Bidang Kesehatan

Tuesday, 14 September 21 Venue

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TKI) yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor, termasuk kesehatan. Menurut dr Adinda Adia Putri, salah satu dampak penerapan TIK dalam bidang kesehatan, yaitu mengubah pola juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien.

Adinda mengatakan, TIK mampu mendukung layanan kesehatan menjadi lebih efisien. Selain itu, kemajuan TIK juga dapat membantu mengatasi masalah langkanya tenaga ahli di daerah dengan menerapkan pengobatan jarak jauh, seperti: tele-medicine, tele-consultation, dan tele-radiology.

“Saat ini, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti institusi pendidikan, organisasi profesi, dan pelaku industri untuk mengembangkan pengobatan jarak jauh,” kata Key Opinion Leader itu dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (13/9/2021).

BACA JUGA:   Ide Bisnis Untuk Generasi Milenial

Menurut laman Kementerian Kesehatan, penerapan TIK di bidang kesehatan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penerapan TIK untuk manajemen kesehatan dan penerapan TIK untuk pelayanan kesehatan. Penyatuan kelompok pemanfaatan TIK dengan manajemen kesehatan dilakukan melalui sistem pelaporan terpadu. Dengan adanya sistem tersebut, maka pengambilan keputusan dan alokasi sumber daya kesehatan akan lebih tepat.

Adinda mengatakan, keuntungan dari penggunaan TIK di bidang kesehatan, di antaranya:

  • Membantu pelaksanaan surveilans epidemiologi penyakit atau pengamatan kejadian penyakit dari hari ke hari, sehingga kejadian tak terduga dari penyakit dapat diantisipasi dengan lebih cepat.
  • Sejumlah problematika kesehatan seperti peningkatan gizi buruk, peningkatan penderita malaria, diare, demam berdarah, dapat terdeteksi lebih dini. Khususnya dengan kehadiran m-Health.
  • Kesehatan perorangan, Puskesmas, laboratorium, apotek maupun praktek swasta, mampu melakukan transfer data pasien secara elektronik.
  • Penyakit pasien dapat dideteksi lebih detail.
  • Berbagai macam jenis penyakit dapat diketahui melalui internet.
  • Berbagai macam jenis obat-obatan dapat diketahui melalui internet.
  • Penyakit dapat diagnostik, terapi, perawatan (monitoring status pasien).
BACA JUGA:   Memutus Rantai Generasi Hoaks

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).