Pemasaran di dunia digital saat ini sudah mengalami banyak pergeseran dan perubahan strategi dengan hadirnya Key Opinion Leaders (KOL). Mereka adalah seorang atau organisasi yang mempunyai pengetahuan dan juga pengaruh pada suatu produk berdasarkan bidangnya tersendiri.
“KOL mempunyai kepentingan dan juga kekuatan yang sangat besar daripada media massa terkini. Karena mereka mampu membuat suatu hubungan dengan pelanggan melalui adanya kegiatan yang terasa sangat relevan dengan keseharian mereka,” ujar Meitha Kurniasari (Experienced Secretary to BOD) dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (17/9/2021).
KOL adalah salah satu bagian yang paling penting dalam dunia Digital marketing. Setiap individu yang mampu mempengaruhi banyak orang, kata dia, akan menjadi titik balik kesuksesan dalam sebuah strategi pemasaran.
Tidak hanya aktif di media sosial saja, salah satu paling umum di mana bisa menemukan banyak sekali seorang KOL adalah media tradisional seperti halnya televisi, radio, dan lain-lain. “Key Opinion Leaders adalah salah satu pemasaran untuk bisa meningkatkan brand awareness perusahaan,” ujar Meitha.
Seorang Key Opinion Leaders, kata dia, akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan partisipasi dalam bidang keahlian mereka masing-masing. Mereka juga akan mencurahkan kesibukan mereka sepanjang hari untuk membangun Network followers ataupun membuat postingan yang begitu sangat sempurna.
“Mereka akan menuai pengetahuan dan juga membangun karya serta membuat pendapat mereka bekerja sangat meyakinkan klien,” ujar dia.
Media sosial, kata Meitha, bisa menjadi salah satu tempat dimana mereka bisa bersosialisasi dan juga mengutarakan opininya namun hanya pada waktu luang saja. “Bisa dibilang bahwa media sosial bukanlah salah satu platform prioritas utama mereka,” tuturnya.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





