Tips Meninggalkan Jejak Digital Positif

Thursday, 17 June 21 Venue

Ketika masuk ke dunia digital, mau tak mau terus meninggalkan jejak yang mungkin tidak disadari. Jejak digital adalah sesuatu yang tidak bisa dengan mudah dihilangkan dan dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, dalam berinternet harus cermat dan cerdas dalam menggunakannya.

Hal itu diungkapkan Musaiyana, CEO & Founder Sampang Young Inspiration, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (14/6/2021).

“Tanpa kita sadari, pada saat ini sudah ketergantungan teknologi. Hal itu dibuktikan dengan lebih baik ketinggalan dompet dibandingkan ketinggalan smartphone. Karena kalau ketinggalan dompet kita masih bisa bertransaksi melalui smartphone, berbeda kalau ketinggalan smartphone kita akan bingung. Karena hampir 24 jam kita tidak berhenti menggunakan sosial media di smartphone,” ujar Musaiyana.

BACA JUGA:   Perbedaan Generasi Menghasilkan Perilaku Berbeda di Media Sosial

Untuk itu, dalam menggunakan media sosial harus bijak dalam jejak digital. Karena jejak digital terbagi dua, yaitu aktif dan pasif. “Untuk digital aktif adalah jejak digital yang sengaja diunggah oleh pengguna, misalkan unggah foto di Facebook atau memberikan like di unggahan Instagram. Sedangkan jejak digital pasif adalah jejak digital yang ditinggalkan tanpa disadari, seperti jejak digital di maps,” ujarnya.

Selain itu, dalam berinteraksi dengan orang baru juga bisa melihat rekam jejak digitalnya melalui internet, apakah orang tersebut memiliki rekam jejak digital negatif atau positif. Untuk itu, kita harus memiliki rekam jejak positif. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

BACA JUGA:   Anak Terpapar Pornografi, Begini Cara Mengatasinya

Pertama, pola mindset, yaitu membaca peluang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. Kedua, literasi digital, yakni paham, kenal, dan mengerti kebenaran informasi. Ketiga, about legacy, yaitu memahami warisan yang ditinggalkan. Keempat, content plan, yaitu mempunyai smart planning buat konsistensi konten. Kelima, build circle, yaitu positif menghindari lingkungan toxic peoples.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

BACA JUGA:   Memanfaatkan Internet Untuk Menjual Produk Ke Luar Negeri

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).