Tips Stimulasi Berpikir Kritis Anak Generasi Abad 21

Saturday, 30 October 21 Venue

Anak-anak generasi abad 21 kini dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis. Menurut Fitriana Nur Maghfiroh, Guru Bahasa Indonesia SMAN 4 Pasuruan, berpikir kritis merupakan kemampuan yang digunakan untuk menganalisis fakta, mengemukakan dan mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argument, serta memecahkan masalah.

“Berpikir kritis mendorong anak, terutama anak usia dini untuk menerima informasi, menganalisisnya, dan membuat penilaian tentangnya, dan semua hal ini membutuhkan imajinasi dan rasa ingin tahu,” kata dia dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (29/10/2021).

Menurut Fitriana, ketika anak-anak menerima informasi baru, mereka mengisi semacam perpustakaan di dalam otak mereka. “Mereka harus memikirkan tentang bagaimana informasi baru itu sesuai dengan apa yang sudah mereka ketahui, ataupun yang belum mereka ketahui,” ujar dia.

BACA JUGA:   Gaming Disorder dan Pengaruhnya Terhadap Otak

Fitriana mengatakan, terdapat beberapa tips stimulasi berpikir kritis, di antaranya:

  • Dorong anak untuk menjelaskan sesuatu. Bicaralah dengan anak tentang suatu hal yang terjadi dan dorong mereka untuk memanfaatkan pengetahuannya dan keterampilan penalaran mereka untuk memberikan penjelasan, serta alasan untuk membuat kesimpulan tentang hal tersebut.
  • Dorong anak untuk dapat melakukan evaluasi. Dorong anak untuk mengemukakan pendapat mereka tentang berbagai objek, peristiwa, ataupun pengalaman, libatkan mereka untuk mengevaluasinya. Mintalah mereka untuk mengemukakan pendapatnya tentang hal tersebut.
  • Beri komentar dan ajukan pertanyaan yang mendorong anak untuk membantu prediksi ketika membacakan cerita. Orangtua dan guru dapat meminta anak untuk menebak kelanjutan isi cerita dan menceritakannya dengan utuh.
  • Dorong anak untuk dapat membangun hipotesis. Dorong dan berikan penguatan pada anak tentang hasil yang dia dapatkan dari kegiatannya.
  • Dorong anak untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Ketika anak menemukan masalah, ajukan pertanyaan seperti, “apa ide lain yang bisa kita coba?”
BACA JUGA:   Masalah Perlindungan Privasi di Internet

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).