5 Cara Mendidik Anak Agar Rajin salat

Saturday, 19 February 22 Venue

Salat dalam Islam merupakan ibadah wajib bagi seorang muslim. Namun, pelaksanaannya akan sulit jika tidak terbiasa. Beberapa anak, bahkan sulit sekali diajak dan diperintahkan untuk mengerjakan salat. Lainnya, hanya melakukan ibadah ritual ini jika diingatkan. Sebagai orang tua, Anda mungkin bertanya, bagaimana cara mendidik anak agar rajin ibadah.

Tentu saja, anak yang rajin ibadah, terutama salat tidak didapat dengan cara instan. Perlu waktu bertahun-tahun agar tertanam dalam diri.

Oleh karena itu, uraian kali akan membahas tips dan cara agar anak rajin salat.

5 Hal yang Bisa Dilakukan Orang Tua Agar Anak Rajin salat Tanpa Disuruh

salat tanpa disuruh ketika anak beranjak remaja atau dewasa? Siapa sih orang tua yang tidak menginginkannya. Untuk itu, di bawah ini telah dirangkumkan cara mendidik anak agar rajin ibadah dan mengerjakan salat tanpa disuruh.

  1. Membiasakan salat Sejak Dini

Para ahli agama dan psikologi anak meyakini, semua kebiasaan yang dimulai sejak kecil akan terus terbawa sampai dewasa. Hal tersebut dapat terjadi, karena otak anak yang masih kecil sangat bersih hingga kebaikan akan lebih mudah diterima, meski belum dipahami benar. Selain itu, otak anak usia 0 sampai 5 tahun sedang berkembang sangat pesat. Semua yang ditanamkan sejak dini akan terus diingatnya.

Cara membiasakan salat sejak kecil ini, misalnya dengan mengajak mereka salat saat Anda salat dan mengingatkan selalu akan kewajiban ini.

“Ajari anak-anakmu untuk berdoa ketika berusia tujuh tahun dan pukul mereka dengan ringan jika mereka tidak mau berdoa saat berusia 10 tahun. Dan pisahkanlah tempat tidur mereka”.

Pembiasaan sejak dini memang sering kali melelahkan bagi orang tua. Namun, jika dilakukan secara konsisten, karakter baik anak akan terbentuk.

  1. Memberi Teladan yang Baik
BACA JUGA:   Trans Nusa Hubungkan Cilacap dengan Jakarta dan Semarang

Selanjutnya, anak adalah prototipe orang dewasa. Mereka akan mudah sekali meniru kebiasaan orang di sekitarnya. Ibu dan ayah menjadi idola jiwa yang masih murni.

Jadi, agar anak lebih mudah diajak salat, berilah teladan yang baik. Segera mengerjakan salat ketika adzan berkumandang. Konsistensi harus terjaga, karena anak belum mengerti pengecualian. Sekali saja aturan dilonggarkan, mereka merasa hal tersebut boleh dilakukan.

Akan lebih baik lagi jika Anda melakukan salat berjamaah. Anak laki-laki diajak ke masjid terdekat. Anak perempuan salat bersama ibu di rumah. Pembiasaan baik ini akan terus mereka ingat dan lakukan hingga besar, karena kebiasaan baik seperti ini sudah tertanam sejak dini di memori anak.

  1. Mengenalkan Islam Secara Utuh kepada Anak

Di usia awal, anak dengan senang hati meniru orang tua salat. Sesekali ajak anak salat sunnah, agar bisa mengucapkan bacaan dengan keras dan diikuti. Namun, seiring bertambahnya usia, mereka akan lebih kritis. Anak sekarang pemikirannya lebih jauh. Mereka akan mulai bertanya alasan salat, Allah itu siapa, dan seterusnya.

Cara bagaimana membiasakan pada diri anak untuk salat selanjutnya adalah dengan mengajarkan anak ketauhidan, kenalkan anak dengan Allah. Ceritakan kisah Nabi Ibrahim kecil yang mencari Tuhan. Kenalkan mereka dengan Rasulullah SAW dan belajar mengikuti semua sunnahnya.

Dengan demikian, anak akan memahami apa fungsi dan makna salat. salat tanda syukur dan tanda ketundukan kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, ketika salat Anda juga berdoa.

Secara bertahap, kenalkan mereka bacaan dan gerakan salat yang benar, syarat wajib, syarat sah salat, dan seterusnya. Dengan pengenalan Islam yang utuh, anak akan merasakan kebutuhannya akan salat. Mereka akan berusaha melaksanakannya secara penuh sehari semalam lima waktu.

  1. Berdoa
BACA JUGA:   MODENA Bersama FKG UI Hadirkan Sentra Vaksinasi COVID-19

Doa agar dikaruniai anak yang tidak pernah meninggalkan salat terdapat pada Al-Qur’an surat Ibrahim ayat ke-40, yang jika diterjemahkan: “Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doa kami.”

  1. Membiarkan Anak Memilih Tempat dan Peralatan salat Sendiri

Terakhir, meski terlihat sepele namun hal ini sangat penting: membiarkan anak memilih tempat dan peralatan salat sendiri. Mungkin anak ingin sajadah bergambar kartun kesukaan, baju koko warna yang diinginkan, dan seterusnya. Kenyamanan akan membuat mereka lebih mudah diajak beribadah.

Bagaimana? Mudah bukan cara mendidik anak agar sajin ibadah di atas?

Tentu saja, sebagai orang tua Anda harus mempunyai ilmu yang cukup untuk melaksanakan 5 tips agar anak rajin salat di atas.

Selain itu, konsistensi orang tua dan lingkungan juga harus terus dijaga. salat merupakan ibadah wajib bagi muslim. Jadi, jangan kenalkan anak dispensasi atau kelonggaran tanpa syariat. Sekali saja ditinggalkan, anak akan lebih mudah melalaikannya di kemudian hari.

Rekomendasi Baju Koko untuk Anak Hingga salat Tanpa Disuruh

Di atas telah disebutkan, bahwa salah satu cara menyuruh anak salat dengan sukarela adalah membiarkan anak memilih tempat dan peralatannya sendiri. Khusus untuk anak laki-laki ada 3 jenis peralatan yang harus disediakan: sajadah, sarung, dan baju koko.

Meski aurat laki-laki untuk salat hanya sebatas pinggang sampai lutut, Anda hendaknya tetap memperhatikan kerapian. Allah mencintai keindahan dan kebersihan. Anak-anak juga akan merasa senang jika sesekali diberikan barang yang mirip orang dewasa dan diperbolehkan untuk memilih sendiri.

BACA JUGA:   Seoul Gandeng BTS untuk Promosikan Pariwisata di Seoul

Untuk keperluan salat, baju koko bisa menjadi alternatif. Khususnya bagi anak yang belum bisa mengenakan sarung sendiri.

Tidak perlu mengajak mereka ke pasar, toko baju, atau mall untuk mencari dan membeli baju koko berkualitas. Apalagi di masa pandemi Anda dan keluarga memang harus membatasi bepergian ke tempat umum dan ramai.

Lalu di mana mencari baju koko balita dan anak hingga sekitar 12 tahun?  Tentu saja di Blibli, dong! Sebuah marketplace terpercaya yang menyediakan berbagai kebutuhan.

Baju koko untuk anak juga tersedia lengkap. Ada yang dijual terpisah baju dan celana. Ada pula yang dijual satu paket hingga peci atau kopiah. Warnanya juga senada.

Tulis saja kata baju koko anak di kolom pencarian. Setelah itu akan keluar berbagai model bahan. Bahkan, kini tersedia koko berbahan kaos yang bisa digunakan untuk acara santai.

Selain itu, ada pula pakaian khas ke masjid ini yang bercorak pahlawan dan animal kesukaan anak di televisi. Wah, pasti mereka akan senang sekali! Dampaknya salat akan makin rajin.

Yuk belanja perlengkapan salat, untuk mendukung cara mendidik anak agar rajin ibadah. Tidak usah pakai lama agar anak bisa segera belajar dengan gembira. Happy shoping!