Perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) telah memicu semangat kolaborasi para stakeholder kegiatan Meeting, Incentive Travel, Conference and Exhibition (MICE) di Jakarta, yang bertujuan memperkokoh identitas baru Jakarta sebagai Kota MICE yang paling kompetitif di dunia.
Kolaborasi itu diinisiasi oleh Ketua Umum Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) Dr. Iqbal Alan Abdullah, MSc, SMMC, dan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Hosea Andreas Rungkat dengan pihak ASCOTT Hotel Group, yang dilakukan di Harris Vertu, Harmoni Jakarta pada 19 Mei 2023.
“Keberadaan IKN memicu stakeholder MICE untuk melakukan kolaborasi terutama yang di Jakarta, untuk menjadikan Jakarta semakin kompetitif. Ini bukan zamannya lagi bersaing tidak sehat, tapi bagaimana semua terlibat dalam kolaborasi,” tegas Iqbal Alan Abdullah.
Dengan keanggotaan ASCOTT Hotel Group di dalam INCCA dan Asperapi diyakini akan menciptakan potensi yang luar biasa secara resiprokal serta menunjang bisnis ASCOTT Hotel Group yang jaringannya tersebar luas di Indonesia dengan memberikan deal khusus yang kompetitif kepada perusahaan penyelenggara event di Jakarta maupun di daerah.
Iqbal sangat optimistis dengan perkembangan yang terjadi tahun 2022 dan 2023 atau pasca-pandemi Covid-19, kegiatan MICE akan terus menggeliat. Hal ini ditandai dengan penyelenggaraan berbagai konferensi internasional, seperti rangkaian G20 tahun 2022 dan rangkaian KTT ASEAN 2023 yang masih berlangsung saat ini serta berbagai pameran niaga/trade show nasional dan internasional yang digelar di Jakarta dan daerah.
Hal ini, menurut Iqbal Alan Abdullah, mencerminkan bahwa perekonomian di Indonesia tengah bangkit menuju pemulihan ekonomi khususnya di sektor pariwisata dengan MICE sebagai lokomotifnya.
“Perkembangan industri MICE saat ini telah kembali ke track awal sebelum pandemi. Jadi, di sini kita bukan lagi bicara pemulihan, tapi pertumbuhan, di mana saya berharap posisi MICE kita tahun 2023-2024 ini bisa melampaui volume tahun 2019,” ujar Iqbal.
Menurut Iqbal, posisi Jakarta akan tetap dominan dalam perkembangan MICE Indonesia ke depan, sebab 57 persen penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa, dan khusus di wilayah Jabodetabek mencapai lebih dari 31 juta. Bahkan peredaran uang 58 persen berada di Pulau Jawa, dan menjadikannya sebagai pusat perkembangan MICE Indonesia bahkan ASEAN, khususnya untuk konferensi, pertemuan bisnis, pameran, konser/ festival besar, sport event, dan lainnya.
Di sisi lain, Iqbal berharap IKN memiliki juga konsep pengembangan industri MICE yang disesuaikan dengan karakter ibu kota baru yang ramah lingkungan dan teknologi, termasuk juga penyediaan infrastruktur pertemuan mulai dari venue, hotel, dan dukungan para supplier pertemuan.
Fenny Maria, Corporate Director of Sales & Revenue Ascott, mengatakan, untuk anggota Asperapi yang mengadakan event semisal di JCC, bisa menggunakan hotel-hotel naungan Ascott sebagai tempat menginapnya.
“Di hotel ‘kan juga tidak hanya ada meeting room, tapi juga ada outside catering. Itu juga bisa dijadikan bentuk kerja sama walaupun acaranya tidak ada di hotel. Limitless kerja samanya,” ujar Fenny.
Ascott saat ini mengelola 70 hotel dan 16 serviced residences, dengan total 14.000 unit kamar, dan 400-an ruangan meeting dengan kapasitas dari 50 orang sampai 2.000 orang.




