BerandaNewsBagaimana Masa Depan Hybrid Event?

Bagaimana Masa Depan Hybrid Event?

Published on

spot_img
spot_img

Selain melengkapi diri dengan peralatan dan teknologi terbaru, para penyedia ruang pertemuan juga mulai menyediakan tim internal atau operator untuk membantu para klien yang ingin mengadakan kegiatan virtual atau hibrid.

Menurut Runi Indrani, Marketing Communications Manager Grand Hyatt Bali, meeting virtual memiliki banyak keunggulan dari konsep konvensional sehingga akan terus berkembang ke depannya. Dia menyebutkan, meeting virtual lebih efisien, menghemat waktu, serta mengurangi jejak karbon yang ada. Dengan begitu, cepat atau lambat banyak perusahaan yang beralih ke meeting virtual.

Ke depannya, Runi menilai tren hybrid event juga akan semakin berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. Lambat laun, masyarakat akan semakin sadar dengan kehadiran konsep baru berupa virtual atau hybrid di dalam sebuah kegiatan.

BACA JUGA:  Berbekal ISO 9001:2015, Alcor MICE Siap Hadapi Tantangan Industri MICE

“Kami paham banyak orang yang sudah rindu untuk bepergian seperti masa sebelum pandemi, tapi kami juga yakin permintaan untuk hybrid meeting akan terus meningkat karena semakin banyak orang yang menyadari kemudahan meeting virtual ini,” ujar Runi.

Jim Tehusijarana, Direktur Alcor MICE menambahkan bahwa saat ini memang bisnis hybrid event belum berjalan sesuai ekspektasi. Menurutnya, hybrid event memiliki banyak sekali tantangan sehingga belum dapat menjadi bisnis yang diandalkan.

BACA JUGA:  AirAsia Buka Kembali Dua Rute Domestik di Awal 2021

Jim menjelaskan terdapat tiga tantangan terbesar yang dihadapi pengelola venue dalam menghadirkan hybrid event. Pertama adalah banyak masyarakat yang berpikir kalau menyelenggarakan acara hybrid itu mudah dan lebih murah. Padahal, kenyataannya banyak alat dan konsep yang harus disiapkan pihak penyelenggara sebelum menggelar acara tersebut.

Kedua adalah perang harga antar-penyedia layanan hybrid event karena saat ini sudah banyak pemainnya. Tantangan terakhir adalah bagaimana caranya agar semua kegiatan dapat lebih efektif dilakukan secara hybrid. Pasalnya, menurut Jim, tidak semua jenis event dapat efektif jika dilakukan dengan konsep hybrid.

Ke depannya, Jim berharap agar konsep hybrid akan semakin berkembang sesuai dengan kondisi yang tengah terjadi di masyarakat. Ia juga berharap agar ekspektasi pasar untuk bisa memiliki hybrid event dengan standar yang lebih baik akan semakin meningkat.

BACA JUGA:  Andong Online Hadir di Yogyakarta

“Tapi, kami yakin di tahun depan konsep hybrid itu akan tetap menjadi consideration ketika seseorang atau perusahaan ingin menggelar sebuah kegiatan,” katanya lagi.

spot_img

River Cruise, Masa Depan Wisata Mewah Dunia

Jakarta, Venuemagz.com – Peradaban dunia mayoritas dimulai dari tepi laut dan tepi sungai. Misalnya,...

Sheraton Hotels & Resorts Debut di Papua Nugini dengan Pembukaan Sheraton Port Moresby Stanley Hotel & Suites

PORT MORESBY, Papua Nugini, Venuemagz.com – Sheraton Hotels & Resorts resmi melakukan debutnya di...

FHI 2026 Sukses Digelar, Hadirkan 34 Ribu Pengunjung dari 62 Negara

Jakarta, Venuemagz.com - Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 telah sukses digelar pada 21–24...

ICC Sydney Luncurkan Quiet Room untuk Dukung Aksesibilitas dan Inklusi

Sydney, Venuemagz.com -- International Convention Centre Sydney (ICC Sydney), yang dikelola oleh Legends Global,...

Grand Hyatt Bali Terpilih Menjadi Best Family Resorts

Bali, Venuemagz.com -Grand Hyatt Bali, resor pantai ramah keluarga di Nusa Dua, telah diakui...

Menangkap Pasar Virtual dan Hybrid Event

Tingginya kurva permintaan akan kegiatan virtual dan hibrid membuat para pemilik ruang pertemuan meng-upgrade...

Grand Hyatt Bali Hadirkan Studio Meeting Hybrid Terintegrasi

Grand Hyatt Bali meluncurkan sebuah studio khusus yang dapat digunakan untuk mengadakan pertemuan secara...