BerandaNewsBali Convention and Exhibition Bureau Tetapkan Lima Agenda Prioritas

Bali Convention and Exhibition Bureau Tetapkan Lima Agenda Prioritas

Published on

spot_img

Denpasar, Venuemagz.com – Pelantikan pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi industri MICE Indonesia. Di tengah persaingan destinasi global yang semakin ketat, BaliCEB menegaskan perannya bukan sekadar organisasi industri, melainkan platform kolaborasi yang akan memperkuat posisi Bali sebagai pusat business events dan wellness economy di kawasan Asia Pasifik.

Ketut Jaman, Ketua Umum BaliCEB, menegaskan bahwa masa depan industri MICE Bali hanya dapat dibangun melalui sinergi lintas sektor yang kuat.

“BaliCEB hadir sebagai rumah kolaborasi karena industri MICE tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. MICE akan kuat apabila semua pihak bergerak bersama,” ujar Ketut Jaman.

Menurutnya, Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak destinasi lain di dunia. Selain infrastruktur pariwisata dan fasilitas penyelenggaraan event bertaraf internasional, Pulau Dewata menawarkan pengalaman yang berakar pada budaya, spiritualitas, kreativitas, dan keramahan masyarakat lokal.

“Banyak destinasi memiliki gedung konvensi dan fasilitas modern, tetapi tidak semua mampu menghadirkan pengalaman yang menyentuh hati, membangun inspirasi, dan meninggalkan kesan mendalam seperti Bali,” katanya.

Venue Kelas Dunia dan Pengalaman yang Bermakna

Dalam beberapa dekade terakhir, Bali telah membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah berbagai forum internasional bergengsi, mulai dari APEC, Annual Meetings IMF–World Bank, KTT G20, hingga World Water Forum. Rekam jejak tersebut menjadi modal kuat untuk menarik lebih banyak event global ke Indonesia, khususnya Bali.

BACA JUGA:  Rasakan Sensasi Menjadi Masinis LRT Jakarta di Jakarta Fair 2025

Namun, bagi Bali Convention and Exhibition Bureau, daya saing Bali tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kapasitas venue atau jumlah kamar hotel. Industri MICE kini bergerak menuju konsep yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada pengalaman.

Keberadaan kawasan pariwisata terpadu Nusa Dua serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dinilai semakin memperluas posisi Bali sebagai destinasi quality tourism, wellness tourism, health tourism, medical tourism, hingga business events berbasis pengalaman.

Transformasi tersebut juga terlihat dari dipilihnya ajang Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 sebagai lokasi pelantikan pengurus baru BaliCEB. Pemilihan ini mencerminkan semakin eratnya hubungan antara industri MICE dan wellness economy yang kini berkembang pesat di tingkat global.

Lima Agenda Strategis BaliCEB

Untuk lima tahun ke depan, BaliCEB menetapkan sejumlah prioritas strategis guna memperkuat daya saing Bali di pasar internasional.

Agenda pertama adalah memperkuat posisi Bali sebagai destinasi MICE global yang berbasis budaya dan keberlanjutan.

Kedua, memperluas promosi internasional dan jejaring global.

Ketiga, meningkatkan aktivitas bidding event internasional secara lebih agresif dan terstruktur.

Sementara itu, agenda keempat berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, standar layanan, pemanfaatan teknologi, keamanan, serta implementasi prinsip sustainability dalam penyelenggaraan event.

Agenda kelima adalah memastikan manfaat ekonomi industri MICE dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bali, termasuk pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas lokal, seniman, dan pekerja sektor pariwisata.

BACA JUGA:  Dyandra Media International Catatkan Pertumbuhan Positif pada Kuartal I 2026

“Pengembangan MICE tidak hanya soal mendatangkan event internasional, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bali,” tegas Ketut Jaman.

Sebagai bagian dari strategi global, Bali Convention and Exhibition Bureau akan memperkuat kehadiran Bali dalam berbagai pameran dagang internasional, seperti Asia Pacific Incentives and Meetings Event (AIME) Melbourne, IMEX America, IMEX Frankfurt, hingga IBTM World Barcelona.

Menyambut Era Wellness Economy

Pelantikan BaliCEB berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan Bali Wellness and Beauty Expo 2026 yang mengangkat tema penguatan ekosistem Wellness Economy Indonesia.

Pada sesi pleno bertajuk “Building Indonesia’s Wellness Economy: Towards a Globally Competitive and Sustainable Ecosystem”, para pemangku kepentingan menyoroti pentingnya membangun ekosistem wellness yang terintegrasi dan memiliki daya saing global.

Berbagai pelaku industri juga memanfaatkan pameran tersebut untuk memperkenalkan inovasi produk dan layanan terbaru, memperluas jejaring bisnis, serta membuka peluang investasi melalui forum kolaborasi dan networking.

Kehadiran Bali Wellness and Beauty Expo menjadi contoh bagaimana business events tidak lagi sekadar menjadi ruang pertemuan, tetapi juga instrumen strategis yang mampu menciptakan investasi, transfer pengetahuan, pengembangan industri, hingga dampak ekonomi jangka panjang bagi destinasi.

BACA JUGA:  2022 Momentum Kebangkitan MICE Indonesia

Bagi BaliCEB, tren tersebut membuka peluang besar untuk memperkuat posisi Bali sebagai pusat penyelenggaraan event yang menghubungkan sektor pariwisata, kesehatan, wellness, kreativitas, dan ekonomi berkelanjutan.

Kolaborasi di Era Persaingan Global

Di tengah meningkatnya kompetisi destinasi MICE di Asia, Bali Convention and Exhibition Bureau menilai keberhasilan tidak akan ditentukan oleh promosi semata. Diperlukan dukungan data pasar yang kuat, strategi bidding yang matang, kualitas produk yang kompetitif, serta sinergi yang solid antara pemerintah, industri, asosiasi, dan masyarakat.

Karena itu, Ketut Jaman mengajak seluruh pemangku kepentingan meninggalkan ego sektoral dan menjadikan kolaborasi sebagai fondasi utama pembangunan industri MICE Bali.

“Ketika Bali bergerak sendiri-sendiri, kita hanya menjadi bagian kecil dari persaingan global. Namun, ketika Bali bergerak bersama, Bali akan menjadi kekuatan besar yang diperhitungkan dunia,” pungkasnya.

Dengan kepengurusan baru dan agenda strategis yang telah disusun, Bali Convention and Exhibition Bureau kini membawa misi yang lebih besar: menjadikan Bali bukan hanya destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga pusat MICE, wellness economy, dan kolaborasi internasional yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia.

spot_img
spot_img

Courtyard by Marriott Manado Menandai Kehadiran Perdana Merek Ini di Sulawesi

Manado, Venuemagz.com – Courtyard by Marriott mengumumkan pembukaan Courtyard by Marriott Manado, yang menandai...

Aston Sentul Hadirkan Fasilitas EV Charging Station

Sentul, Venuemagz.com - Aston Sentul Lake Resort & Conference Center resmi menghadirkan fasilitas EV...

Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026, Tiga Ekosistem Industri Satu Expo

Jakarta, Venuemagz.com -  Ribuan profesional memadati lantai pameran konstruksi di NICE PIK 2 sejak...