BerandaNewsBali Tourism Board Wajibkan PCR Swab

Bali Tourism Board Wajibkan PCR Swab

Published on

spot_img

Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di Indonesia diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berlibur ke daerahnya. Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah setempat telah menetapkan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) bagi para pelaku pariwisata untuk menyambut kembali tamunya.

Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Ketua Bali Tourism Board (BTB), mengatakan, penerapan protokol CHSE yang ketat dapat memberikan kepercayaan lebih bagi para wisatawan. Saat ini, pemerintah provinsi Bali baru dapat menerima wisatawan lokal dan wisatawan domestik untuk berlibur ke daerahnya.

Seluruh standar protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan lainnya telah diterapkan dengan baik oleh pelaku wisata di sana. Hingga saat ini, Pemprov Bali juga mewajibkan seluruh wisatawan yang masuk ke daerahnya untuk melakukan rapid test. Padahal, Kementerian Kesehatan tidak lagi menjadikan rapid test sebagai alat diagnosis COVID-19.

BACA JUGA:  Selenggarakan Meeting di Masa Pandemi? Organizer Perlu Perhatikan Hal Ini

“Ini semua tentang trust, kalau ada aturan tidak perlu rapid lagi, malah bikin orang takut untuk masuk ke Bali. Bukannya wisatawan bertambah, malah jadi turun jumlahnya karena ada sentimen dan rasa tidak percaya dari masyarakat terhadap Bali,” jelas Gus Agung, begitu sapaan akrabnya.

Bahkan, ia menyarankan agar semua orang yang ingin memasuki wilayah Bali harus melakukan PCR swab test terlebih dahulu. Menurutnya, hasil dari PCR swab akan lebih akurat jika dibandingkan dengan rapid test. Oleh karenanya, ia meminta cara tersebut dipertimbangkan dengan baik oleh pemprov setempat.

BACA JUGA:  LEGOLAND Malaysia Resort Siapkan Tujuh Aktivitas Baru Sepanjang 2023

“Ini memang agak kontroversial kalau kita memutuskan wajib swab test, tetapi setidaknya semakin banyak yang dites akan timbul kepercayaan yang besar dari masyarakat. Pokoknya, tes COVID-19 tidak boleh dilonggarkan di Bali,” ujar Gus Agung.

Kendati demikian, masalah lain yang timbul dengan adanya aturan ini ialah tingginya harga pemeriksaan PCR swab di beberapa daerah. Berbeda dengan di Bali, harga pemeriksaan PCR swab hanya sekitar Rp190.000 sehingga sangat terjangkau bagi masyarakat lokal yang ingin berwisata di daerahnya.

BACA JUGA:  Libur Sekolah ke Singapura Makin Praktis, Traveloka dan RWS Siapkan Paket All-in-One 

“Tetapi, buat wisatawan di luar Bali mungkin akan keberatan jika syarat wajibnya itu tes PCR. Saat ini yang harus dilakukan ialah fokus ke PCR, tapi harganya harus yang masuk akal agar semua orang dapat menjangkaunya,” ucapnya lagi.

spot_img
spot_img

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

HKTB Luncurkan Promosi Musim Panas di Seluruh Kota

Untuk menyambut puncak musim liburan musim panas, Hong Kong Tourism Board (HKTB) akan meluncurkan...

Penerapan Smart Economy di Ekosistem Industri MICE

JAKARTA, Venuemagz.com – Industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) tengah berada di pusaran...

RX Japan Hadirkan Tiga Pameran F&B dalam Satu Atap

Tokyo, Venuemagz.com— “JAPAN’S FOOD” EXPORT FAIR, JFEX (Japan Int’l Food & Beverage Expo), dan...

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

HKTB Luncurkan Promosi Musim Panas di Seluruh Kota

Untuk menyambut puncak musim liburan musim panas, Hong Kong Tourism Board (HKTB) akan meluncurkan...

Penerapan Smart Economy di Ekosistem Industri MICE

JAKARTA, Venuemagz.com – Industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) tengah berada di pusaran...