BerandaNewsBali Tourism Board Wajibkan PCR Swab

Bali Tourism Board Wajibkan PCR Swab

Published on

spot_img
spot_img

Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di Indonesia diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berlibur ke daerahnya. Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah setempat telah menetapkan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) bagi para pelaku pariwisata untuk menyambut kembali tamunya.

Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Ketua Bali Tourism Board (BTB), mengatakan, penerapan protokol CHSE yang ketat dapat memberikan kepercayaan lebih bagi para wisatawan. Saat ini, pemerintah provinsi Bali baru dapat menerima wisatawan lokal dan wisatawan domestik untuk berlibur ke daerahnya.

Seluruh standar protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan lainnya telah diterapkan dengan baik oleh pelaku wisata di sana. Hingga saat ini, Pemprov Bali juga mewajibkan seluruh wisatawan yang masuk ke daerahnya untuk melakukan rapid test. Padahal, Kementerian Kesehatan tidak lagi menjadikan rapid test sebagai alat diagnosis COVID-19.

BACA JUGA:  AirAsia Penuhi Standar Kebersihan Makanan di Dalam Pesawat

“Ini semua tentang trust, kalau ada aturan tidak perlu rapid lagi, malah bikin orang takut untuk masuk ke Bali. Bukannya wisatawan bertambah, malah jadi turun jumlahnya karena ada sentimen dan rasa tidak percaya dari masyarakat terhadap Bali,” jelas Gus Agung, begitu sapaan akrabnya.

Bahkan, ia menyarankan agar semua orang yang ingin memasuki wilayah Bali harus melakukan PCR swab test terlebih dahulu. Menurutnya, hasil dari PCR swab akan lebih akurat jika dibandingkan dengan rapid test. Oleh karenanya, ia meminta cara tersebut dipertimbangkan dengan baik oleh pemprov setempat.

BACA JUGA:  Indonesia Buka Pintu Pariwisata Global Pada September 2020

“Ini memang agak kontroversial kalau kita memutuskan wajib swab test, tetapi setidaknya semakin banyak yang dites akan timbul kepercayaan yang besar dari masyarakat. Pokoknya, tes COVID-19 tidak boleh dilonggarkan di Bali,” ujar Gus Agung.

Kendati demikian, masalah lain yang timbul dengan adanya aturan ini ialah tingginya harga pemeriksaan PCR swab di beberapa daerah. Berbeda dengan di Bali, harga pemeriksaan PCR swab hanya sekitar Rp190.000 sehingga sangat terjangkau bagi masyarakat lokal yang ingin berwisata di daerahnya.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Segera Keluarkan SE Tentang Protokol Kesehatan Selama Ramadan dan Lebaran

“Tetapi, buat wisatawan di luar Bali mungkin akan keberatan jika syarat wajibnya itu tes PCR. Saat ini yang harus dilakukan ialah fokus ke PCR, tapi harganya harus yang masuk akal agar semua orang dapat menjangkaunya,” ucapnya lagi.

spot_img

MICE Meets Heritage: Meeting Sambil Belajar Sejarah di House of Tugu Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Tua Jakarta, House of Tugu hadir sebagai...

Menikmati Layanan Setara Hotel dan Mewahnya Palmeera Lounge

Di tengah pertumbuhan perjalanan umrah dari Indonesia yang terus meningkat setiap tahun, persaingan bisnis...

Medan Fashion Trend Sukses Digelar, Angkat Karya Lokal Menuju Panggung Fesyen Dunia 

Medan, Venuemagz.com - Medan Fashion Trend (MFT) 2026 telah sukses digelar pada 23–26 Juli...

AYANA Midplaza Jakarta Hadirkan Wajah Baru JimBARan Lounge

Jakarta, Venuemagz.com - AYANA Midplaza Jakarta terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para...

MICE Meets Heritage: Meeting Sambil Belajar Sejarah di House of Tugu Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Tua Jakarta, House of Tugu hadir sebagai...

Menikmati Layanan Setara Hotel dan Mewahnya Palmeera Lounge

Di tengah pertumbuhan perjalanan umrah dari Indonesia yang terus meningkat setiap tahun, persaingan bisnis...

Medan Fashion Trend Sukses Digelar, Angkat Karya Lokal Menuju Panggung Fesyen Dunia 

Medan, Venuemagz.com - Medan Fashion Trend (MFT) 2026 telah sukses digelar pada 23–26 Juli...