BerandaNewsBisnis MICE di Bali Hilang Rp4,96 Triliun

Bisnis MICE di Bali Hilang Rp4,96 Triliun

Published on

spot_img
spot_img

Penyebaran virus Corona yang melanda Indonesia membuat banyak industri ambruk dan kehilangan potensial bisnis. Pariwisata menjadi salah satu industri yang paling terkena dampak cukup besar dengan adanya pandemi COVID-19 ini.

Di Indonesia, efek yang paling terasa terkait bisnis pariwisata berada di provinsi Bali. Hal ini dikemukakan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Sukawati saat memberikan paparan di webinar MarkPlus Industry Roundtable Tourism and Hospitality Industry Perspective yang diikuti sekitar 500 peserta, mulai dari asosiasi hingga perwakilan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dalam pemaparannya, Cok Ace—begitu panggilan akrabnya—mengatakan bahwa pariwisata di Bali sangat terganggu dengan adanya COVID-19. Hal ini dilihat dari jumlah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali yang hampir 60 persen berasal dari industri pariwisata. Dengan begitu, sudah dapat dipastikan perekonomian di Bali akan terpuruk jika industri pariwisata terganggu.

BACA JUGA:  Pemerintah Siapkan Tiga Wilayah Zona Hijau di Bali Untuk Wisman

“Di Bali itu, semuanya selalu berhubungan dengan pariwisata, tidak ada satu pun di Bali yang tidak berhubungan dengan pariwisata. Makanya, dapat saya pastikan bahwa dari semua provinsi di Indonesia, Bali yang paling berdampak akibat COVID-19,” kata Cok Ace.

Di kesempatan yang sama, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Okanentru Agung Partha mengungkapkan, pandemi COVID-19 membuat jumlah wisatawan yang datang ke Bali turun drastis. Ia menjelaskan, pertumbuhan kunjungan wisatawan pada April tahun ini turun 93 persen jika dibandingkan dengan April tahun 2019. Hal ini tentu berdampak negatif terhadap bisnis subsektor pariwisata, seperti leisure dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang ada di Bali.

BACA JUGA:  Bali Kembangkan Pariwisata Berkualitas

Berdasarkan laporan GIPI, pada tahun 2020 subsektor leisure berpotensi kehilangan bisnisnya lebih dari Rp9 miliar. Sementara untuk subsektor MICE akan berpotensi kehilangan US$310 juta atau setara dengan Rp4,96 triliun selama Februari hingga Oktober 2020.

“Pertumbuhan pariwisata di Bali sudah mulai anjlok sejak Februari 2020 dengan turun 18 persen, lalu di Maret turun lagi menjadi minus 42 persen karena ada beberapa negara di Eropa yang kita larang terbang ke Bali, dan di April ini menjadi titik terendah kita di minus 93 persen,” ujarnya.

Tidak hanya dari segi pariwisata, sektor lain yang ada di Bali juga terkena dampak dari penyebaran virus COVID-19 yang semakin masif. Cok Ace menyebutkan, sektor lain yang berdampak cukup signifikan ialah pertanian. Hal ini disebabkan karena hasil pertanian di Bali kebanyakan masuk ke hotel-hotel yang saat ini juga tengah mengalami keterpurukan akibat COVID-19.

BACA JUGA:  The Indonesia MICE Youth Challenge Ciptakan Bibit Unggul yang Inovatif dan Visioner

Beberapa hasil pertanian seperti buah-buahan dan sayuran segar sudah tidak dipasok lagi oleh hotel-hotel di sana yang mencapai 144.000 kamar. Bahkan, banyak hotel di Bali yang harus menghentikan sementara operasionalnya karena tidak ada pemasukan selama COVID-19.

“Petani di Bali pun menjadi over supply. Hotel-hotel yang sebelumnya menyerap sayuran dan buah-buahan tersebut saat ini juga mengalami kesulitan berjualan sehingga mereka belum berani memasok hasil pertanian itu,” ucap Cok Ace.

spot_img
spot_img

Run For Animals Sukses Digelar, Ajak 2.244 Peserta untuk Konservasi Satwa

Jakarta, Venuemagz.com - Jagat Satwa Nusantara (JSN) sukses menggelar Run For Animals untuk pertama...

Pengalaman Unik Walking Tour di dalam Hotel

Jakarta, Venuemagz.com -- House of Tugu Jakarta tidak hanya menawarkan pengalaman menginap dan pertemuan...

Program Hadiah Kemerdekaan di ARTOTEL Sanur Bali

Bali, Venuemagz.com — Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ARTOTEL Sanur Bali menghadirkan...

Jelajahi Kuliner Indonesia Kontemporer di Sanjiva, The Orient Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - The Orient Jakarta, A Royal Hideaway Hotel, resmi membuka Sanjiva, sebuah...

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

FINNS Menjadi Beach Club Pertama yang Miliki Helikopter Penyelamatan

Bali, Venuemagz.com -FINNS Beach Club secara resmi meluncurkan helikopter search and rescue (SAR) pertama...

Bali Sah Menjadi Destinasi Nomor 1 Dunia 2026

Bali, Venuemagz.com -- Industri pariwisata Indonesia kembali mencatatkan sejarah emas. Pulau Dewata, Bali, resmi...