Belajar Pariwisata Melalui Indonesia Tourism E.Learning

Monday, 27 April 20 Bonita Ningsih
Indonesia Tourism E.Learning

Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) berencana mengeluarkan sebuah aplikasi gratis yang dinamakan Indonesia Tourism E.Learning (ITEL). Aplikasi yang rencananya akan diluncurkan pada 1 Mei 2020 ini didedikasikan untuk Indonesia agar memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal di dunia pariwisata.

ITEL merupakan sebuah sistem kursus online gratis yang bersertifikat dengan fokus pada peningkatan dunia pariwisata. Ada beberapa fitur menarik di dalamnya, yakni Kursus Online, Ruang Kelas, Perpustakaan, Berita Pariwisata, Latihan Soal, dan Ujian. Keseluruhan fitur tersebut dapat digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan dan mengasah kemampuan seseorang di dunia pariwisata.

Panca Sarungu, Ketua Umum MASATA, mengatakan, aplikasi ITEL ini tercipta sebagai bentuk kontribusi nyata dari MASATA untuk pariwisata Indonesia. Selain menambah ilmu pariwisata, aplikasi ini diciptakan untuk mengisi waktu luang masyarakat yang di rumah saja akibat dampak dari COVID-19.

“Akibat pandemi COVID-19 ini, orang jadi punya banyak waktu di rumah saja. Jadi, daripada di rumah saja tidak melakukan sesuatu hal yang bermanfaat, lebih baik ikut pelatihan di aplikasi ini,” ujar Panca.

Target utama ITEL ialah para pekerja pariwisata yang terkena PHK atau unpaid leave akibat dampak dari COVID-19. Kendati demikian, pekerja dari industri lain juga dapat bergabung di dalamnya agar dapat menambah kemampuan baru di bidang pariwisata. Aplikasi gratis ini memudahkan semua orang untuk ikut andil dan berpartisipasi dalam meningkatkan pariwisata Indonesia.

“Lewat aplikasi ini, kita juga memikirkan bagaimana caranya membantu orang-orang di industri lain untuk belajar pariwisata. Barangkali dengan belajar pariwisata di sini, mereka mau beralih ke industri pariwisata sehingga menambah jumlah SDM yang ada saat ini,” ucap Panca lagi.

Untuk mendukung fitur-fitur yang ada di ITEL, Panca mengajak rekan-rekan profesional di industri pariwisata untuk mengisi konten di dalamnya. MASATA berkolaborasi dengan para asosiasi, komunitas, lembaga pelatihan, serta individu yang memiliki kemampuan untuk menjadi mentor di dunia pariwisata. Dengan mengisi link yang sudah disediakan, para profesional tersebut dapat menjadi mentor sesuai dengan kemampuan dan keahliannya.

“Tujuan lain dari ITEL ini ialah memberikan kesempatan para profesional pariwisata untuk menjadi mentor dan memajukan industri pariwisata. Melatih rekan-rekan yang saat ini hanya di rumah saja melalui fitur-fitur yang sudah disediakan,” ujar Panca.

Ke depannya, Panca berharap agar semakin banyak masyarakat yang ingin tahu tentang pariwisata dan mulai belajar mendalami industri ini. Menurutnya, semakin banyak orang yang mempelajari pariwisata, maka Indonesia akan memiliki banyak SDM yang andal di dunia pariwisata.

Goals kita adalah setelah pandemi ini berakhir, Indonesia memiliki SDM nomor 1 di ASEAN untuk industri pariwisata. Bisa mengalahkan SDM dari Malaysia dan Thailand juga,” harapnya lagi.

Saat peluncuran perdananya, aplikasi ITEL baru dapat diakses oleh pengguna ponsel Android. Untuk pengguna iOS dan Windows akan menyusul beberapa waktu mendatang.