Dana Bantuan Penanganan COVID-19 Bertambah

Sunday, 12 April 20 Harry Purnama
Hotel GranDhika Indonesia

Pandemi COVID-19 telah membuat banyak pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif kehilangan pekerjaan. Untuk itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mendata seluruh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk penyaluran bantuan.

Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, Kemenparekraf awalnya telah merealokasi anggaran sebesar Rp500 miliar untuk mendukung penanganan COVID-19, seperti kerja sama dengan industri perhotelan dan transportasi dalam penyediaan akomodasi bagi tenaga kesehatan, gerakan masker kain, ajakan masyarakat untuk jaga jarak, pelatihan online, serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam kebijakan stimulus bagi industri.

BACA JUGA:   KA Bandara Membawa Soekarno-Hatta Menjadi Bandara Bintang 5

Namun, dalam perkembangannya, Kemenparekraf mendapatkan tambahan dana dari pemerintah sehingga total dana untuk penanggulangan COVID-19 sebesar Rp1,097 triliun.

“Untuk itu, para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif saya minta untuk segera melapor ke Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat melalui contact center COVlD-19 +628118956767 WhatsApp atau email info@kemenparekraf.go.id,” kata Wishnutama.

Wishnutama juga menjelaskan, pihaknya terus berupaya mengumpulkan data-data tenaga kerja, baik dari dinas, asosiasi, industri, asosiasi musisi, produser film, seni pertunjukan, dan lainnya agar pendataan penyaluran kartu prakerja yang sedang dilakukan dapat tepat sasaran. Data tersebut nantinya akan dicek ulang dengan kementerian dan lembaga lain supaya tidak ada duplikasi data.

BACA JUGA:   PUTRI Siap Terapkan Protokol K4

“Kami terus berusaha mendata baik itu pekerja formal maupun informal. Yang formal kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan yang informal bisa kami tangani. Data yang masuk di tim, ada 80.000 data yang masuk. Kami harapkan setelah proses cleansing akan bertambah menjadi 120.000 tenaga kerja. Jumlah itu gabungan dari tenaga kerja yang informal, PHK, dan dirumahkan. Pelaku seni dari federasi musisi Indonesia, persatuan karyawan film dan televisi juga termasuk di dalamnya,” katanya.