UNWTO Keluarkan 23 Rekomendasi Pariwisata

Monday, 13 April 20 Herry Drajat

Sehubungan dengan wabah COVID-19 yang menghancurkan industri pariwisata, Global Tourism Crisis Committee (Komite Krisis Pariwisata Global) yang dibentuk oleh UNWTO (United Nations World Tourism Organization) menyerukan agar negara-negara anggotanya untuk membantu memulihkan sektor pariwisata global agar tumbuh kembali menjadi lebih baik.

Melihat kenyataan bahwa pariwisata dan transportasi adalah sektor yang paling terpukul dibandingkan yang lainnya, rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komite Krisis Pariwisata Global ini dirancang untuk mendukung pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat internasional dalam mencari arah dari darurat sosial dan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Rekomendasi ini berisikan daftar langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan untuk membantu sektor ini mempertahankan pekerjaan dan mendukung perusahaan yang berisiko pada saat ini,” kata Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UNWTO.

Rekomendasi tersebut bersifat fleksibel karena akibat dari badai krisis pada setiap negara berbeda dan krisis tersebut selalu berkembang sehingga rekomendasi akan terus diperbarui.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh UNWTO terbagi menjadi tiga bidang dengan jumlah 23 rekomendasi. Ketiga bidang tersebut adalah Mengelola Krisis dan Memitigasi Dampak, Memberikan Stimulus dan Mempercepat Pemulihan, serta Mempersiapkan Diri untuk Masa Depan.

Rekomendasi pada bidang pertama dibuat karena resesi ekonomi global tampaknya akan terjadi.  Karena bersifat padat karya, pariwisata akan sangat terpukul, terutama kaum wanita dan kaum marginal. Rekomendasi ini terkait dengan persoalan mempertahankan lapangan pekerjaan, mendukung pekerja mandiri, mempertahankan likuiditas perusahaan, mendorong pengembangan keterampilan, serta meninjau ulang pajak, biaya, dan peraturan yang berkaitan dengan perjalanan dan pariwisata.

Rekomendasi kedua dibuat dengan pesan agar pariwisata ditempatkan dalam prioritas utama dalam kebijakan pemulihan ekonomi. Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya memberikan stimulus finansial, termasuk kebijakan pajak yang tidak memberatkan, menghapus pembatasan perjalanan segera setelah keadaan darurat kesehatan dicabut, mempermudah pembuatan visa, serta meningkatkan pemasaran dan kepercayaan konsumen untuk mempercepat pemulihan.

Sementara bidang ketiga adalah menekankan pada kemampuan wisata yang unik untuk memimpin pertumbuhan lokal dan nasional, menitikberatkan kontribusi sektor ini pada agenda pembangunan berkelanjutan, dan seruan kepada pemerintah serta para pelaku dari kalangan swasta untuk menyiapkan rencana dan kesiapan serta menggunakan kesempatan ini untuk transisi ke circular economy.