Jakarta, Venuemagz.com – Peringatan Hari Bumi yang berlangsung pada 22 April lalu menjadi momentum penting bagi industri pariwisata global untuk merefleksikan pentingnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Keberadaan ruang hijau kini tidak hanya menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat lokal, melainkan telah bergeser menjadi daya tarik utama dalam industri pariwisata urban (urban tourism) yang berkelanjutan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 menyebutkan bahwa RTH memiliki fungsi strategis sebagai penyerap polusi dan pengendali suhu. Dalam lanskap pariwisata modern, fungsi ini bertransformasi menjadi nilai jual tinggi untuk memikat wisatawan yang mencari kenyamanan (wellness tourism).
Hal ini sejalan dengan kampanye Earthday.org tahun ini yang mengusung semangat aksi kolektif, menekankan bahwa kemajuan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah bersama masyarakat. Seperti halnya industri pariwisata yang dituntut untuk menyajikan destinasi menghibur dan juga berkontribusi pada pelestarian alam melalui keterlibatan komunitas dan wisatawan.
Transformasi Kawasan Mandiri Menjadi Destinasi Wisata Hijau
Di tengah dorongan tersebut, Paramount Petals Connected Living sebuah kota mandiri yang dikembangkan oleh Paramount Land, mulai melirik potensi industri pariwisata berbasis lingkungan (green tourism). Dalam perencanaannya, kawasan ini mengintegrasikan elemen hijau secara menyeluruh untuk menciptakan ekosistem yang potensial sebagai destinasi rekreasi, kuliner, dan leisure baru di pinggiran Jakarta.

Komitmen ini tercermin dari sejumlah penghargaan bergengsi seperti Best Masterplan Indonesia pada International Property Awards 2025, Best Township (Region Tangerang & Surrounding) pada Golden Property Awards 2025, serta Best Township Masterplan Design pada PropertyGuru Indonesia Property Awards 2024. Penghargaan ini memperkuat posisi Paramount Petals sebagai kawasan inovatif yang siap bersaing dalam menyediakan infrastruktur pariwisata urban yang prospektif dan berkelanjutan di Barat Jakarta.
Pengalaman Liburan Sehat dan Estetika
Direktur Design dan Planning Paramount Petals, Henry Napitupulu, mengatakan bahwa konsep perancangan RTH di Paramount Petals diwujudkan melalui desain ruang hijau yang berlapis. Mulai dari boulevard utama yang rindang, koridor hijau di dalam kawasan, hingga taman komunal yang mudah diakses penghuni.
Bagi industri pariwisata, penataan vegetasi ini menjadi elemen estetika yang dapat dijadikan sebagai latar foto Instagramable. Lebih dari itu, vegetasi juga berfungsi sebagai green buffer alami untuk meredam panas, menciptakan mikroklimat sejuk, hingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari polusi kota.
Sebagai destinasi wisata masa depan, kawasan ini juga dirancang ramah pejalan kaki dengan dukungan ruang terbuka publik yang mendorong aktivitas luar ruang. Pengunjung dapat melakukan aktivitas jogging, bersepeda, festival komunitas, hingga wisata kuliner di area terbuka hijau yang diproyeksikan menjadi daya tarik utama.
Pola ini menawarkan pengalaman liburan yang nyaman, menyehatkan, dan berkontribusi pada pengurangan emisi kendaraan. Hal ini juga untuk membentuk tren gaya hidup berwisata yang lebih aktif dan ramah lingkungan (slow tourism).
Pendekatan desain berbasis vegetasi ini menunjukkan langkah awal menuju pengelolaan industri pariwisata urban yang lebih terintegrasi. Ke depan, praktik Estate Management yang profesional menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas daya tarik wisata ini.
Dengan begitu, RTH di Paramount Petals bukan lagi sekadar kewajiban tata ruang, melainkan strategi bisnis pariwisata yang cerdas untuk menciptakan destinasi pelesiran kota yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.





