BerandaNewsKemenparekraf Jadikan Bali Program Free Covid Corridor

Kemenparekraf Jadikan Bali Program Free Covid Corridor

Published on

spot_img

Setelah sukses menggelar vaksinasi di Bali, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan segera membuka kembali pariwisata di sana. Upaya tersebut dilakukan melalui program Free Covid Corridor (FCC), yakni sebuah program pembukaan pariwisata dengan merujuk tingkat penularan COVID-19 di suatu daerah.

Program Free Covid Corridor merupakan usulan dari para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali yang terkena dampak akibat pandemi COVID-19. Daerah yang ditunjuk sebagai percontohan untuk menjalankan program Free Covid Corridor adalah Nusa Dua, Ubud, dan kemudian dilanjutkan ke Nusa Penida. Daerah-daerah tersebut dinilai aman dari penyebaran virus COVID-19 karena masuk ke zona hijau.

BACA JUGA:  Maskapai Eastar Jet Buka Penerbangan Langsung Incheon-Manado

“Hampir 80 persen ekonomi warga di sana ditopang lewat wisata, Bali memang amat babak belur selama pandemi ini. Bahkan, pada 2020 silam, ekonomi Bali menduduki peringkat sembilan terbawah di antara 34 provinsi di Indonesia,” kata Sandiaga.

Saat ini, perkembangan program Free Covid Corridor sudah memasuki tahap finalisasi karena dilakukan secara bertahap dan hati-hati. Pasalnya, dalam melaksanakan program ini, diperlukan koordinasi antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan kesiapan secara matang sebelum wisatawan mancanegara datang ke Indonesia.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno Sebut Okupansi Hotel di Bromo Turun Akibat Kebakaran

“Kita harus benar-benar memastikan aspek kesehatan karena ini sangat utama. Kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Duta Besar, Satgas COVID-19, dan kementerian/lembaga lainnya. Namun, kita harus berhati-hati membuat kesimpulan saat ingin membuka kembali pariwisata karena bisnis ini bakal menggeliat,” jelasnya.

Menurut Sandiaga, ada beberapa negara yang dinilai berpotensi tinggi untuk dilakukan penerapan FCC di Indonesia, khususnya Bali. Negara tersebut adalah Tiongkok, Singapura, Malaysia, India, dan beberapa negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, serta Belanda.

BACA JUGA:  Melodi Kemerdekaan 2024 Gandeng JKT48 Aransemen Ulang Lagu Daerah

“Namun semua kita tampung dulu dan belum kita putuskan. Setelah kita persiapkan lebih detail, baru akan melakukan koordinasi dengan masing-masing negara. Kita akan minta, pembukaan FCC harus dilakukan dengan penerapan protokol yang tepat dan disiplin,” Sandiaga menambahkan.

Hotel KHAS Parapat Hadirkan Kenyamanan Menginap yang Autentik di Danau Toba

Parapat, Venuemagz.com — Terletak di tepi Danau Toba yang memukau, KHAS Parapat menghadirkan pengalaman...

MoreFood Expo Indonesia 2026 Jembatani Bisnis F&B Lokal ke Pasar Internasional

Jakarta, Venuemagz.com -- Pameran industri Food & Beverage (F&B) Indonesia kembali dimeriahkan dengan kehadiran...