Dubai Beri Kelonggaran Turis Membeli Alkohol

Thursday, 01 August 19 Bonita Ningsih
Dubai
Foto: Dok. Venue

Ada kabar baik bagi wisatawan yang datang ke Dubai dan ingin membeli minuman keras seperti alkohol. Saat ini, pemerintah Dubai telah membuat kelonggaran terhadap peraturan yang sudah dibuat sebelumnya sehingga memudahkan para turis membeli alkohol di sana.

Seperti diketahui, Dubai memang terkenal sebagai negara yang ketat terhadap pembelian minuman keras, apalagi didukung dengan Undang-Undang yang sudah ada. Namun, saat ini peraturan tersebut dibuat longgar bagi para turis yang ingin menjajal alkohol di Dubai.

Sebelumnya, wisatawan yang berkunjung ke Dubai hanya dapat membeli dan menikmati minuman beralkohol di hotel, restoran, dan klub saja. Namun, sekarang mereka dapat membeli minuman itu sendiri di beberapa gerai yang disediakan oleh outlet Mercantile and Marketing International (MMI), sebuah anak perusahaan penjualan dan pemasaran Emirates Group.

MMI hanya menunjuk 17 gerai yang boleh menjual minuman alkohol untuk para turis dan juga penduduk lokal di Dubai. Nantinya, setiap gerai akan mendapatkan lisensi dari MMI untuk menjadi pengecer minuman beralkohol di Dubai.

Selain memberikan lisensi kepada gerai terpilih, para turis juga diwajibkan memiliki lisensi untuk membeli minuman beralkohol tersebut. Caranya mudah, mereka hanya perlu membawa paspor dan mengisi formulir yang telah disediakan oleh gerai berpartisipasi di Dubai. Selanjutnya, para turis juga akan diberikan selebaran yang berisikan informasi terkait alkohol sebelum mendapatkan minuman tersebut. Lisensi untuk para turis berlaku selama 30 hari dan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Meskipun telah mendapat kelonggaran terhadap aturan membeli minuman keras, pemerintah Dubai masih memiliki Undang-Undang yang ketat dalam hal mengonsumsi minuman beralkohol. Kantor Pemerintahan Luar Negeri di Dubai mengatakan bahwa setiap orang harus memiliki etika dalam mengonsumsi alkohol. Mereka harus menyadari bahwa meminum alkohol di depan umum merupakan sebuah pelanggaran hukum.