Pemerintah Jawa Barat akan Bangun Gedung Berskala Nasional

Thursday, 01 August 19 Bonita Ningsih
Museum Asia Afrika Kota Bandung
Museum Asia Afrika, salah satu saksi sejarah Bandung sebagai kota MICE.

Provinsi Jawa Barat memang memiliki prestasi bagus dalam segi ekspor. Menurut data dari Kementerian Perdagangan, pada tahun 2018 Jawa Barat menempati urutan pertama sebagai daerah pengekspor non-migas dengan total nilai ekspor sebanyak US$30,1 miliar.

Namun demikian, Tuti Prahastuti, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan, menyayangkan prestasi tersebut tidak dituangkan juga ke dalam industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Menurut Tuti, Provinsi Jawa Barat belum banyak mendukung industri MICE di Indonesia, padahal saat ini MICE menjadi salah satu sektor yang diandalkan pemerintah.

“Jawa Barat memang memiliki nilai ekspor paling tinggi di Indonesia, tapi kalau untuk MICE kadang ada, kadang tidak. Jadi, memang harus terus digenjot,” ujar Tuti.

Sementara itu, Mohamad Arifin Soedjayana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, mengatakan, sejauh ini Jawa Barat sudah mendukung industri MICE di Indonesia. Dia menyebutkan, dalam satu tahun sudah banyak event yang digelar di Jawa Barat.

“Sudah ada ratusan event setiap tahunnya kita gelar, seperti pertunjukan musik, olahraga, fesyen, budaya, kuliner dan pameran. Tapi, memang tidak terlalu terlihat karena orang lihatnya event yang di Jakarta saja,” kata Arifin.

Untuk lebih mendukung industri MICE, ia mengatakan saat ini pemerintah daerah Jawa Barat sedang mengusulkan pembangunan gedung pertemuan bertaraf lokal dan nasional. Untuk yang bertaraf lokal, pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan kurang lebih 4 hektare di pusat kota Bandung.

“Beberapa gubernur sebelumnya belum bisa mewujudkan gedung ini, saya harap di tangan Pak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) pembangunan gedung ini akan terlaksana,” ungkapnya lagi.

Gedung ini nantinya dapat digunakan untuk mengadakan kegiatan atau pameran berskala kecil saja. Gedung yang sudah tahap rancangan ini nantinya akan menampung kurang lebih 100 tenant di dalamnya.

“Kebetulan Bapak Gubernur kita sekarang seorang arsitek, jadi Beliau sudah mulai merancang bangunannya. Tinggal eksekusinya saja karena masalah lahan sudah clear milik pemerintah Jawa Barat,” dia menambahkan.

Sedangkan untuk gedung pertemuan berskala nasional rencananya akan dibuat di dekat pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, yakni daerah Tegalluar. Menurutnya, lokasi ini sangat strategis karena merupakan simpul jaringan dari rencana transportasi yang akan dibangun oleh pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

“Rencananya gedung ini akan menampung kegiatan skala menengah hingga besar. Tidak hanya menjadi tempat convention atau exhibition bertaraf nasional, tetapi juga bisa bertaraf internasional,” harapnya.