Indonesia Emas 2045 Siap Meramaikan World Expo 2020 Dubai

Wednesday, 11 September 19 0 Comments   Herry Drajat
World Expo 2020 Dubai

World Expo 2020 Dubai di UEA merupakan event terbesar di dunia setelah Piala Dunia dan Olimpiade yang akan digelar selama enam bulan, berlangsung mulai 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021. Penyelenggaraan World Expo ke-34 ini menempati lahan di lokasi strategis dekat tiga bandara internasional, yaitu Bandara International Dubai, Bandara Al Maktoum, dan Bandara Abu Dhabi International. Selain itu, posisinya juga berdekatan dengan pelabuhan Jebel Ali.

Area pameran menempati lahan seluas 438 ha dan terbagi ke dalam tiga zona, yaitu Opportunity, Mobility, dan Sustainability. Paviliun Indonesia berlokasi di zona Opportunity dengan luas lahan 1.860 meter persegi. Paviliun Indonesia akan dibangun tiga lantai dengan total luas lantai 2.500 meter persegi, dan akan menampilkan desain yang menggambarkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang maju, mandiri, dan modern.

“Paviliun Indonesia kali ini akan membawa konsep Indonesia Emas 2045. Kita akan menawarkan berbagai peluang yang menarik dan beragam untuk bekerja sama, mengeksplorasi, serta berinvestasi sebagai mitra global,” ujar Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada saat peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Paviliun Indonesia pada 9 September 2019 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Turut hadir pada acara yang menandai partisipasi dan promosi Indonesia pada Expo 2020 Direktur Eksekutif Expo 2020 Dubai, Najeeb Mohammed Al-Ali; Wakil Presiden Peserta Internasional Expo 2020 Dubai, Maha Al Gergawi; Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis; Konsulat Jenderal RI di Dubai, Ridwan Hassan; dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Dody Edward.

“Peletakan batu pertama ini adalah momentum penting dan menggembirakan karena menandai adanya capaian baru dari rangkaian tahapan partisipasi Indonesia pada Expo 2020 Dubai,” ujar Dody yang menjabat Komisaris Jenderal Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai.

Peletakan batu pertama ini merupakan wujud kerja sama dan sinergi antar-kementerian, lembaga, BUMN, dan pihak swasta dalam partisipasi Indonesia pada Expo 2020 Dubai. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan PT Astra Internasional Tbk. sebagai salah satu pihak swasta yang mendukung keikutsertaan Indonesia, perwakilan PT Wika selaku kontraktor Paviliun Indonesia, dan perwakilan PT Samudra Dyan Praga selaku operating agency Paviliun Indonesia.

Triawan menjelaskan, Indonesia akan menampilkan beragam peluang produk berkualitas, pariwisata, dan investasi yang dikemas dengan berbagai konten informasi dengan memanfaatkan teknologi media komunikasi secara menarik dan futuristis. “Diharapkan, Paviliun Indonesia dapat lebih banyak dikunjungi tidak saja oleh pengunjung Expo, tetapi juga investor,buyer, dan wisatawan,” ujar Triawan.

Dody menambahkan, World Expo 2020 Dubai merupakan ajang promosi yang strategis dan membangun image branding Indonesia di mata dunia untuk membuka kesinambungan konektivitas ke semenanjung Arab, Asia Timur dan Selatan, serta Afrika.

“Ajang ini merupakan platform penting yang menampilkan banyak inovasi teknologi baru, peradaban kehidupan sosial, dan pertukaran budaya antar-negara-negara peserta sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan hubungan dan memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, pariwisata, maupun investasi,” ujar Dody.

Total perdagangan Indonesia-Uni Emirat Arab pada periode Januari-Juni 2019 tercatat sebesar US$1,8 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang tercatat sebesar US$1,7 miliar. Ekspor utama Indonesia ke UEA adalah minyak kelapa sawit, kendaraan bermotor, kain tenun dari benang filamen sintetik, korundum buatan, dan perhiasan. Sementara, impor Indonesia dari UEA adalah produk dari besi atau baja nonpaduan, aluminium yang tidak ditempa, tabung, pipa, selang, serta polimer etilena.