BerandaNewsIndonesia Raih Penghargaan Desain Stan Terbaik di WTM London

Indonesia Raih Penghargaan Desain Stan Terbaik di WTM London

Published on

spot_img

London, Venuemagz.com — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kembali berpartisipasi di acara World Travel Market (WTM) London 2026 pada 3–5 November 2026 di ExCeL London, Inggris.

Partisipasi Indonesia dalam WTM London memiliki arti strategis di tengah dinamika geopolitik, tantangan ekonomi, serta perubahan perilaku perjalanan internasional yang turut memengaruhi pasar wisatawan Eropa. Eropa merupakan salah satu pasar jarak jauh yang penting bagi pengembangan pariwisata berkualitas Indonesia. Wisatawan dari kawasan ini memiliki potensi untuk melakukan perjalanan berdurasi lebih panjang dan menikmati beragam pengalaman lintas destinasi.

Karena itu, menjaga kehadiran Indonesia dalam salah satu bursa pariwisata terbesar dunia menjadi bagian penting dari strategi mempertahankan daya saing sekaligus memperluas pangsa pasar.

WTM London bukan semata-mata ajang promosi destinasi, tetapi juga tempat berlangsungnya negosiasi, pembentukan jejaring distribusi, serta penjajakan kontrak bisnis antara pelaku industri pariwisata dari berbagai negara.

Partisipasi tahun ini melibatkan 65 pelaku industri pariwisata Indonesia, baik peserta langsung maupun pelaku usaha yang tergabung dalam mitra resmi, dengan dukungan Bank Indonesia, Discovery Hotels & Resorts, Tanjung Kelayang Reserve, InJourney, dan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Utara.

Empat Desa Wisata, yakni Desa Wisata Teluk Harapan, Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Walian Satu, dan Desa Wisata Hijau Bilebante turut menjadi peserta.

Momentum WTM London juga diperkuat melalui Wonderful Indonesia United Kingdom Sales Mission 2026, yang diselenggarakan di Glasgow pada 27 Oktober dan Manchester pada 29 Oktober 2026. Rangkaian tersebut menjadi upaya mempertemukan industri Indonesia secara langsung dengan mitra pasar Inggris sebelum berlangsungnya pameran utama di London.

Paviliun Indonesia Raih Best Stand Design Award di WTM London 2026

Kehadiran Indonesia tahun ini membawa pendekatan berbeda. Tidak hanya mempertemukan pelaku industri pariwisata nasional dengan buyer internasional, Paviliun Wonderful Indonesia juga dirancang sebagai ruang pengalaman imersif yang menggabungkan keindahan bahari, kekayaan budaya, gastronomi, seni kontemporer, dan kreativitas bangsa.

BACA JUGA:  Indonesia Turun dengan Kekuatan Terbaik di WTM London

Mengusung kampanye Go Beyond Ordinary, paviliun seluas 352,75 meter persegi tersebut menampilkan kekayaan laut Indonesia sebagai inspirasi utama desain. Pengunjung diajak mengenal Indonesia melalui perpaduan pengalaman visual, aroma, cita rasa, dan suara Nusantara.

Salah satu daya tarik artistiknya adalah kehadiran karya seniman kontemporer Indonesia, Mulyana atau Mang Moel, yang dikenal melalui instalasi rajutan berskala besar bertema kehidupan bawah laut.

Seniman asal Bandung yang berkarya di Yogyakarta ini telah membawa karya-karyanya ke berbagai panggung seni internasional, antara lain New York, Los Angeles, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Karya Mang Moel juga pernah hadir dalam instalasi etalase rumah mode Hermès.

Melalui teknik rajutan yang memanfaatkan antara lain material benang sisa, karya-karyanya menggambarkan keindahan sekaligus kerapuhan ekosistem laut. Kehadirannya di Paviliun Indonesia menjadi simbol pertemuan antara seni, kreativitas, dan pesan pelestarian lingkungan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman autentik, berkualitas, dan berkelanjutan.

Paviliun Indonesia juga memperkenalkan lima produk wisata unggulan, yakni wisata bahari, gastronomi, wellness, wastra Nusantara, dan pariwisata ramah Muslim. Produk-produk tersebut menjadi bagian dari strategi Pariwisata Naik Kelas untuk menarik wisatawan yang tinggal lebih lama dan memiliki pengeluaran lebih tinggi.

Keunikan konsep dan desain Paviliun Wonderful Indonesia turut mendapat pengakuan melalui penghargaan Best Stand Design Award di Kawasan Asia pada ajang World Travel Market (WTM) London 2026.

Membuka Paviliun Indonesia: Dari Promosi Destinasi Menjadi Pengalaman

BACA JUGA:  <a></a>Apa Itu Asuransi Online dan Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Memilihnya

Pada 3 November 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka secara resmi Paviliun Wonderful Indonesia bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya dan para mitra strategis lainnya.

Mengusung konsep living destination, paviliun dirancang untuk memberikan kesan bahwa pengunjung tidak hanya melihat gambar destinasi, tetapi seolah memasuki dan merasakan pengalaman berwisata di Indonesia.

Selain instalasi bertema bahari, pengunjung juga diperkenalkan pada kekayaan budaya Nusantara melalui pertunjukan seni tradisional, permainan sasando, serta aktivasi wellness berbasis aroma minyak atsiri Indonesia.

Pendekatan tersebut memperkuat pesan Go Beyond Ordinary bahwa keunggulan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada lanskap alam, tetapi juga pada cerita, tradisi, manusia, dan pengalaman yang menyertainya.

Dialog Industri dan Market Intelligence: Memperkuat Daya Saing

Setelah pembukaan paviliun, Widiyanti melakukan peninjauan dan berdialog dengan para pelaku industri pariwisata Indonesia yang berpartisipasi dalam WTM London. Dialog difokuskan pada peluang pasar, strategi pemasaran, inovasi produk, serta upaya meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tengah persaingan industri pariwisata global.

Widiyanti juga menekankan pentingnya memperluas promosi ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif, sehingga pertumbuhan kunjungan dan manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya terpusat pada destinasi yang selama ini telah dikenal luas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempelajari perkembangan strategi promosi dan preferensi wisatawan internasional melalui interaksi dengan pelaku industri dari negara-negara lain.

Memperluas Eksposur Global melalui Media Internasional

Selain memperkuat hubungan dengan pelaku industri pariwisata global, partisipasi Indonesia dalam WTM London 2026 juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan promosi melalui media internasional. Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan interaksi dan wawancara dengan sejumlah media internasional, antara lain CNBC, Viory, TravelMole, dan Condé Nast, untuk memperkenalkan perkembangan pariwisata Indonesia, strategi pengembangan destinasi, serta komitmen pemerintah dalam mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Wishnutama Janjikan Integrated Master Plan Selesai Pertengahan Tahun 2020

Melalui keterlibatan media dengan beragam audiens, mulai dari wisatawan, pelaku industri perjalanan, hingga komunitas bisnis internasional, Indonesia berupaya memperluas pengenalan terhadap destinasi unggulan, termasuk potensi wisata di luar kawasan yang selama ini telah dikenal luas.

Eksposur media internasional menjadi bagian penting dari strategi membangun citra dan kepercayaan pasar, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata autentik, beragam, dan berdaya saing global.

Kementerian Pariwisata memandang kolaborasi dengan media internasional sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga relevansi Indonesia dalam percakapan pariwisata dunia, meningkatkan minat perjalanan, serta memperluas peluang Indonesia menjangkau pasar wisatawan berkualitas.

Networking Event: Mempertemukan Industri Indonesia dan Buyer Global

Pada hari yang sama, Paviliun Indonesia menjadi tempat penyelenggaraan Indonesia Networking Event yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon buyer dan mitra strategis internasional. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan industri akomodasi, operator perjalanan, pengelola destinasi, lembaga pemerintah, serta mitra promosi untuk memperluas peluang bisnis dan kolaborasi.

Melalui forum tersebut, Indonesia mendorong terbangunnya hubungan bisnis jangka panjang yang dapat menghasilkan paket perjalanan baru, penguatan jaringan distribusi, dan peningkatan penjualan produk wisata Indonesia di pasar internasional.

Menteri Pariwisata menekankan bahwa setiap pertemuan bisnis harus diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah, memperkuat industri nasional, serta membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata.

Ho Chi Minh City Luncurkan Kampanye Vibrant Ho Chi Minh City untuk Tingkatkan Pengalaman Wisatawan

Ho Chi Minh City, Vietnam, Venuemagz.com -- Dinas Pariwisata Ho Chi Minh City meluncurkan...

KITA Championship Diluncurkan di KRISTA InterFOOD 2026, Buka Peluang Kolaborasi Industri Teh Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com – Industri teh Indonesia didorong untuk keluar dari batas konvensional sebagai produk...

Penang Berikan Dukungan Insentif bagi Organizer Internasional

Penang, Venuemagz.com -- Penang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dan warisan budaya...

Kompetisi Hospitality Meramaikan KRISTA InterFOOD 2026, IFBEC Dorong Standar Profesionalisme SDM

Tangerang, Venuemagz.com – Kompetisi hospitality menjadi salah satu agenda yang memberi warna berbeda pada...

Qatar Tourism Bergabung dengan PATA

London, Venuemagz.com  — The Pacific Asia Travel Association (PATA) menyambut Qatar Tourism sebagai anggota...

Kapal Pinisi Indonesia Menjelajahi London

Pada ajang WTM London 2017 yang digelar pada 6-8 November 2017, Indonesia membawa sekitar...

Indonesia Turun dengan Kekuatan Terbaik di WTM London

Di sela-sela persiapan keikutsertaan Indonesia di ajang World Travel Market London ke-37, Menteri Pariwisata...