BerandaEventKompetisi Hospitality Meramaikan KRISTA InterFOOD 2026, IFBEC Dorong Standar Profesionalisme SDM

Kompetisi Hospitality Meramaikan KRISTA InterFOOD 2026, IFBEC Dorong Standar Profesionalisme SDM

Published on

spot_img

Tangerang, Venuemagz.com – Kompetisi hospitality menjadi salah satu agenda yang memberi warna berbeda pada penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, 4–7 November 2026. Di tengah pameran industri makanan dan minuman yang mempertemukan pelaku usaha dan pemasok, Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Jakarta & Banten Chapter menghadirkan ruang kompetisi untuk menguji keterampilan sekaligus mendorong profesionalisme sumber daya manusia (SDM) hospitality.

Melalui dua kompetisi, yakni The Art of Table Setting dan Mixcraft – Mixology & Crafted Beverage Competition, IFBEC berupaya memperluas ruang pengembangan kompetensi bagi praktisi industri perhotelan, restoran, serta generasi muda yang tengah mempersiapkan diri memasuki sektor hospitality.

Kehadiran kompetisi tersebut memperlihatkan bahwa pameran dagang F&B tidak hanya berfungsi sebagai tempat mempertemukan produsen, distributor, dan pembeli. Ada pula dimensi pengembangan SDM yang menjadi bagian penting dari ekosistem industri makanan dan minuman.

Salah satu hal menarik dalam penyelenggaraan tahun ini adalah diperkenalkannya kompetisi The Art of Table Setting. Berbeda dari kompetisi yang lebih banyak menonjolkan keterampilan meracik minuman, ajang ini menguji kemampuan peserta dalam menata meja dengan memerhatikan estetika, ketelitian, kreativitas, serta standar pelayanan profesional.

Mengusung tema “Tropical Elegance”, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperlihatkan bahwa pelayanan hospitality tidak berhenti pada keramahan kepada tamu. Detail penyajian, penataan perlengkapan makan, hingga keselarasan visual juga menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan sebuah hotel atau restoran.

BACA JUGA:  Lebih Dari 500 Peserta Ramaikan IMBEX 2023

Junaedi, salah satu juri nasional bidang hospitality yang terlibat dalam kompetisi tersebut, menjelaskan bahwa pengembangan jenis perlombaan menjadi salah satu upaya untuk memperluas keterampilan yang diuji.

Menurut dia, kompetisi tahun ini tidak hanya berfokus pada bidang minuman, tetapi mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap keterampilan pelayanan melalui table setting.

Peserta kompetisi juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Keterlibatan peserta dari Jakarta, Bali, Jawa, hingga wilayah lainnya menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi hospitality memiliki cakupan yang semakin luas.

Standar penilaian menjadi aspek penting dalam kompetisi tersebut. Keterampilan yang dipertandingkan mengacu pada standar internasional sehingga peserta tidak hanya dituntut menghasilkan penampilan yang menarik, tetapi juga memahami ketepatan teknik dan prosedur kerja profesional.

Junaedi yang juga memiliki pengalaman sebagai juri nasional bidang hospitality menilai, pengembangan kompetensi perlu terus dilakukan agar kualitas tenaga kerja Indonesia mampu mengikuti perkembangan industri internasional.

Ke depan, jenis kompetisi juga berpeluang diperluas. Salah satu keterampilan yang disebut dapat menjadi kategori baru adalah handing tray jack competition, yakni kompetisi membawa baki atau nampan dengan mengutamakan kekuatan, keseimbangan, ketepatan, dan kemampuan menjaga perlengkapan tetap stabil selama dibawa.

Pengembangan kategori seperti ini memperlihatkan bahwa keterampilan dasar pelayanan yang kerap dianggap sederhana justru memiliki standar teknis tersendiri dalam industri hospitality.

Mempertemukan Kompetensi dan Industri

BACA JUGA:  Tasikmalaya Oktober Festival Kembali Digelar

Selain The Art of Table Setting, IFBEC Jakarta & Banten Chapter juga menghadirkan Mixcraft – Mixology & Crafted Beverage Competition yang melibatkan kategori pelajar dan profesional.

Kompetisi ini memberikan ruang bagi bartender untuk menunjukkan kemampuan meracik minuman melalui teknik mixology, inovasi rasa, pemilihan bahan, hingga presentasi hasil racikan. Perpaduan keterampilan teknis dan kreativitas menjadi bagian dari penilaian dalam kompetisi tersebut.

Kedua kompetisi mengusung semangat “Compete with Passion, Perform with Precision, Shine with Excellence”. Pesan tersebut menempatkan ketepatan teknik dan profesionalisme sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kreativitas.

Rangkaian kegiatan IFBEC di KRISTA InterFOOD 2026 juga mencakup Hospitalk, sebuah forum diskusi bertajuk “Revenue Is Vanity, Profit Is Reality: The Business Behind Hospitality” yang berlangsung pada 5 November 2026 di Hall C NICE PIK 2.

Diskusi menghadirkan Hospitality Culture Consultant Andri Putrajaya dan Hotel Manager Le Semar Karawaci Dimas Purbo Iskandar, dengan Darwin Teninorama dari IMS Consulting Group sebagai moderator.

Pembahasan diarahkan pada tantangan pengelolaan bisnis hotel dan restoran, terutama bagaimana pelaku usaha tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional dan pengelolaan biaya.

Di luar kompetisi dan forum diskusi, IFBEC juga memasukkan sertifikasi profesi F&B dalam rangkaian programnya. Kehadiran agenda tersebut memperkuat pendekatan pengembangan SDM yang tidak hanya bertumpu pada pengalaman kerja, tetapi juga pengakuan kompetensi profesional.

BACA JUGA:  US$4,9 Miliar Kontrak Dagang Berhasil Dihadirkan di Hari Pertama TEI 2023

I Ketut Darmayasa, Ketua Umum IFBEC Nasional, turut hadir di sela-sela kegiatan dan memberikan dukungan terhadap partisipasi IFBEC dalam KRISTA Inter FOOD 2026. Momentum ini dinilai strategis untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman Indonesia.

Dimas Purbo Iskandar, Ketua Pelaksana Kegiatan, sebelumnya menyampaikan bahwa partisipasi IFBEC bukan sekadar keikutsertaan dalam pameran, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem hospitality yang lebih profesional melalui tiga fokus, yakni competency, creativity, dan collaboration.

Dalam industri MICE, keterlibatan asosiasi profesi melalui kompetisi, sertifikasi, dan forum berbagi pengetahuan memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan pameran. Aktivitas tersebut memperluas fungsi pameran dari sekadar transaksi bisnis menjadi ruang pertemuan antara industri, tenaga profesional, lembaga pendidikan, dan calon pekerja.

Bagi industri hospitality yang juga seringkali beririsan dengan industri MICE, penguatan kompetensi SDM menjadi kebutuhan yang berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis hotel, restoran, dan sektor makanan-minuman. Sebab, kualitas pengalaman pelanggan tidak hanya ditentukan oleh produk yang disajikan, tetapi juga oleh keterampilan orang-orang yang berada di balik pelayanan.

Melalui partisipasi di KRISTA InterFOOD 2026, IFBEC Jakarta & Banten Chapter berupaya memperkuat hubungan antara pengembangan profesionalisme dan kebutuhan industri. Kompetisi hospitality pun menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan bahwa kualitas pelayanan merupakan keterampilan yang terus perlu diasah, diukur, dan dikembangkan.

Ho Chi Minh City Luncurkan Kampanye Vibrant Ho Chi Minh City untuk Tingkatkan Pengalaman Wisatawan

Ho Chi Minh City, Vietnam, Venuemagz.com -- Dinas Pariwisata Ho Chi Minh City meluncurkan...

KITA Championship Diluncurkan di KRISTA InterFOOD 2026, Buka Peluang Kolaborasi Industri Teh Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com – Industri teh Indonesia didorong untuk keluar dari batas konvensional sebagai produk...

Penang Berikan Dukungan Insentif bagi Organizer Internasional

Penang, Venuemagz.com -- Penang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dan warisan budaya...

Aloft by Marriott Bali Seminyak Hadirkan Acara Musik Berpadu Senja

Bali, Venuemagz.com - Musik bukan sekadar hiburan di Aloft by Marriott, melainkan bagian tak...

Sembilan Roaster Adu Keterampilan di Kiroc KRISTA InterFOOD 2026

Tangerang, Venuemagz.com – Mengenali asal biji kopi, memahami karakter rasanya, hingga menentukan tingkat sangrai...

La Cuisine di KRISTA InterFOOD 2026, Panggung Chef Muda Mengangkat Kuliner Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com – Mengenalkan kuliner Indonesia tidak cukup hanya dengan mempertahankan resep tradisional. Kreativitas...