Jumlah Wisatawan di Bali Diprediksi Melonjak pada Semester Dua 2024

Wednesday, 10 July 24 Bonita Ningsih

Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terus menunjukkan tren positif terutama saat momen liburan Idul Fitri hingga kuartal dua tahun 2024. Hal tersebut tentu berdampak terhadap seluruh elemen pariwisata salah satunya adalah sektor perhotelan. 

Colliers Indonesia menyebutkan bahwa tingkat hunian (okupansi) bulanan hotel di Bali selama libur Lebaran atau bulan April 2024 telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Rata-rata okupansi bulan hotel di Bali selama Q2 2024 berada di angka 69,3 persen dan 76,4 persen jika dihitung secara year on year (YOY) pada periode yang sama.

“Okupansi hotel di Bali mulai membaik bahkan sudah di atas rata-rata. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir,” ujar Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia saat melakukan konferensi pers secara virtual, beberapa waktu silam.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Dorong Wisata Ramah Lingkungan di Musim Liburan Sekolah

Meningkatnya okupansi hotel juga sejalan dengan bertambahnya jumlah wisatawan domestik dan internasional yang berkunjung ke Bali. Bahkan, pasca libur Lebaran, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali kian merangkak yang ditunjang dengan kegiatan event offline serta MICE. 

“Setelah Lebaran, beberapa konferensi penting telah diselenggarakan di Bali sehingga berkontribusi terhadap kinerja hotel. Ditambah dengan adanya event lainnya seperti Bali Marathon hingga Ubud Jazz Festival dianggap sebagai pendongkrak kinerja hotel,” jelasnya. 

Dinas Pariwisata Provinsi Bali telah mengeluarkan data terkait jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Bali. Jumlah kunjungan wisdom ke Bali pada April 2024 berjumlah 3.238.796 atau naik 11,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:   Menparekraf Sebut Libur Nataru Berkontribusi Rp120 Triliun Untuk Ekonomi Nasional

Sedangkan, jumlah kunjungan wisman pada periode Januari hingga Mei 2024 telah mencapai 2.412.695 atau meningkat 28,5 persen dibandingkan periode yang sama 2023. Pemerintah setempat harus lebih giat mendatangkan wisman ke Bali untuk mencapai targetnya tahun ini yaitu 7 juta kunjungan wisman.

Kendati demikian, Ferry, optimistis target tersebut dapat tercapai karena akan terjadi lonjakan jumlah wisatawan ke Bali pada paruh kedua tahun 2024. Faktor-faktor yang memengaruhinya di antaranya adalah liburan musim dingin di Australia hingga liburan di Eropa menjelang Natal dan Tahun Baru. 

Berbeda dengan wisman, tren peningkatan wisdom ke Bali terus meningkat setiap tahunnya. Colliers Indonesia menyebutkan jumlah wisdom ke Bali tahun ini meningkat 10 persen dari 2018 dan naik 6 persen jika dibandingkan tahun 2019. 

BACA JUGA:   Pemkot Bogor Gandeng Panorama Group dan PNJ Kembangkan Desa Wisata Pulo Geulis

Data tersebut menunjukkan bahwa Bali akan mampu mencapai atau melampaui target jumlah kunjungan wisdom yang telah ditentukan pemerintah setempat. Target yang ditetapkan adalah 10 juta kunjungan wisdom selama tahun 2024. 

Peningkatan wisdom yang signifikan terjadi saat libur Idul Fitri 2024 dengan peningkatan hingga 84 persen dari bulan sebelumnya. Jumlah tersebut semakin meningkat pada bulan-bulan selanjutnya karena banyaknya cuti bersama dari pemerintah dan liburan sekolah pada Juni hingga Juli.