Ini Strategi Kemenparekraf Untuk Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara  

Wednesday, 10 July 24 Bonita Ningsih

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merasa bangga dengan hasil perolehan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode Januari hingga Mei 2024 yang mencapai 5.244.213 kunjungan. Data tersebut didapatkan dari hasil penghitungan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan setiap periodenya. 

“Jumlah tersebut naik 23,78 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2023. Meskipun Covid-19 belum terlalu normal, tetapi, alhamdulillah performansi wisman tahun ini bagus,” ujar Nia Niscaya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Kemenparekraf dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, 8 Juli 2024.

Meskipun menunjukkan tren positif, Kemenparekraf, akan terus meningkatkan jumlah kunjungan wisman hingga mencapai target yang ditentukan. Seperti diketahui, pemerintah telah menargetkan 14,3 juta kunjungan wisman selama 2024 dengan target internal dari Kemenparekraf sebesar 17 juta kunjungan. 

Dalam hal ini, Nia, mengatakan Kemenparekraf telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut dan menjadikan Indonesia sebagai pilihan destinasi utama para wisman. Langkah utama Kemenparekraf saat ini adalah menghadirkan berbagai kegiatan atau program yang melibatkan wisman untuk datang ke Indonesia.

BACA JUGA:   Tak Hanya Memikat Turis, Indonesia juga Menarik Investor dari Australia

“Di Kemenparekraf sendiri telah memiliki dua deputi yang mengurusi hal tersebut yaitu bidang pemasaran serta produk wisata dan penyelenggaraan kegiatan,” Nia menambahkan.

Menurutnya, kedua deputi tersebut memiliki tugas pokok yang sama yaitu menghadirkan banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia. Untuk Deputi Bidang Pemasaran fokus mendatangkan wisatawan leisure sedangkan satunya bertugas menghadirkan event minat khusus seperti MICE, diving, hingga snorkling. 

Berikut ini beberapa program yang telah disiapkan Kemenparekraf untuk mendatangkan lebih banyak wisman ke Indonesia. Pertama adalah Sales Mission Australia Semester 2, kolaborasi dengan Badan Otorita Pariwisata Labuan  Bajo, Flores (BOLBF) untuk product knowledge dan membawa perwakilan industrinya. 

Dilanjutkan dengan Famtrip Wholesalers Australia, Bali-Labuan Bajo pada tanggal 4 hingga 10 Agustus 2024. Trip akan dikustomisasi leisure + product knowledge + Networking Event (mini table top) dengan industri lokal Labuan Bajo (kolaborasi BOLBF).

BACA JUGA:   PT Mitra Natura Raya Kelola Empat Kebun Raya

“Kenapa Australia, karena kami melihat negara tersebut tengah menjadi fokus market di Indonesia. Jadi, saya rasa tepat sekali kalau deputi-deputi tersebut melakukan kegiatan di negara yang menjadi pasar utama kita,” ucapnya.

Seperti data yang dikeluarkan BPS, Australia menjadi negara kedua tertinggi yang berkunjung ke Indonesia dengan presentasi 11,98 persen. Dengan urutan pertama Malaysia 17,47 persen, kemudian ketiga Singapura 9,69 persen, Tiongkok 8,61 persen, dan India 7,08 persen. Kelima negara tersebut memiliki rata-rata lama tinggal (lenght of stay) sekitar 7,58 malam.

Program selanjutnya yang telah disiapkan Kemenparekraf adalah Famtrip Wholesalers New Zealand, di Bali-Lombok pada tanggal 19-25 Agustus 2024. Trip akan dikustomisasi leisure + product knowledge experience Lombok.

BACA JUGA:   Indonesia Sampaikan Dua Agenda pada ASEAN Tourism Forum 2024

Lalu, menggelar Famtrip Edutravel Segmen Teacher/Lecture Australia pada September 2024 melalui sayembara karya tulis. Bagi lima pemenang beruntung akan mendapatkan experience Famtrip dengan destinasi Bali & Beyond dengan output 1 buku silabus untuk bahan ajar. 

Inovasi Mega Famtrip dan Table Top untuk TA/TO Pasar Asia Selatan dan Tengah. kegiatan ini akan dilakukan ke sejumlah destinasi seperti Yogyakarta-Bali, Bandung-Bali, Bromo-Bali, Lombok-Bali, dan labuan Bajo-Bali. 

Rencana pelaksanaannya ada di tanggal 9 hingga 15 Oktober 2024 yang berkolaborasi dengan banyak stakeholder. Beberapa di antaranya adalah KBRI/KJRI di negara-negara Asselteng dan industri pariwisata Indonesia seperti TA/TO, maskapai penerbangan, restoran, atraksi, dan lain sebagainya.