Empati Bananaz pada Turis Asing di Bali

Thursday, 30 April 20 Nila Sofianty
Bananaz Bali

Industri pariwisata Bali menjadi salah satu yang paling terpuruk diterjang badai pandemi COVID-19. Banyak pelaku industri wisata di Bali yang bangkrut atau mencoba bertahan dengan beragam cara, seperti penghematan hingga merumahkan karyawan. Namun, apa pun kondisinya, semangat untuk maju bahkan membantu agar virus corona ini cepat selesai serta berempati kepada sesama pelaku pariwisata di Bali tetap harus dilakukan.

Salah satunya dilakukan oleh startup berbasis digital yang belum setahun diluncurkan di Bali, yaitu aplikasi rental motor Bananaz.co. Startup yang menggelar soft launching-nya pada Agustus 2019 ini membantu para turis yang masih berada di Bali atau yang tidak bisa pulang kembali ke negaranya.

“Semua pasti terdampak, dan kami masih tetap semangat. Bahkan, di bulan Maret ada program #bananazcare, di mana kita bantu turis yang kurang beruntung dan tidak bisa balik ke negaranya karena corona. Kita melakukan kegiatan sosial melalui apa yang kita bisa lakukan, termasuk kita bantu sewakan motor tanpa biaya supaya mereka bisa menekan pengeluaran, tetapi masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari untuk memenuhi keperluan pribadi,” ujar Rizki Diansyah, CEO Bananaz.co.

Rizky menambahkan, Bananaz.co juga sedang melakukan proses penyesuaian secara bertahap melihat kondisi pariwisata selama pandemi corona. “Untuk start over kita akan lakukan bertahap. Melihat tren dan keadaan di mana turis tidak bisa masuk dan keluar Bali, kita melakukan beberapa penyesuaian di beberapa part aplikasi dan web. Masih dalam proses dan akan segera jalan,” ujar Rizky.

Sementara untuk mencegah penularan virus Corona, tim Bananaz Bali melakukan sejumlah hal sederhana, seperti membersihkan motor dengan disinfektan supaya motor Bananaz aman dari risiko penyebaran virus corona ke penyewa.

“Prinsip layanan bananaz sebenarnya in line dengan social distancing, di mana pengguna Bananaz Bali tidak perlu datang ke base kami untuk sewa dan ambil-antar motor. Cukup pakai apps atau web, dan kita akan kirimkan motornya,” jelasnya.

Rizky juga mengatakan bahwa menurut Alvara Research Center (2020), masyarakat indonesia menempatkan liburan atau pergi ke tempat wisata menjadi peringkat pertama sebagai pilihan kegiatan yang akan mereka lakukan setelah pandemi ini berakhir (21,8%), mengalahkan kegiatan bekerja dan bersilaturahmi dengan keluarga.

“Jadi, bisa disimpulkan, ini hanya masalah waktu. Setelah ini layanan kita akan kembali seperti semula. Dengan beberapa keunggulan jasa #bananazbali, Insha Allah kita akan menjadi pilihan tepat untuk turis lokal dan mancanegara di Bali,” ujar Rizky.