BerandaNewsKedatangan Kapal Pesiar Di Bali Meningkat

Kedatangan Kapal Pesiar Di Bali Meningkat

Published on

spot_img

Beberapa tahun belakangan, kedatangan kapal pesiar di Bali terus meningkat. Pada 2015, jumlah kapal pesiar yang masuk ke Bali ada 58 kapal, sedangkan pada 2014 hanya 49 kapal pesiar. Hingga akhir Februari 2016, PT Pelindo III Cabang Benoa mencatat sudah ada 13 kapal pesiar dari berbagai negara yang bersandar ke Bali dengan membawa sekitar 15.132 wisatawan. Hal tersebut membuat Ali Sodikin, GM Pelindo III Cabang Benoa, optimistis untuk mencapai target 60 kapal pesiar pada 2016.

BACA JUGA:  Bima Arya Tata Bogor demi Kebun Raya Bogor

Jumlah kapal pesiar tersebut adalah yang langsung bersandar di Pelabuhan Benoa, tidak termasuk yang berlabuh alias buang jangkar di laut lepas. Sebab, masih ada sejumlah kapal terpaksa buang jangkar di laut lepas akibat panjang kapal melebihi panjang dermaga serta penuhnya tambatan di dermaga sehingga tidak bisa bersandar.

“Kalau melihat jumlah kedatangan ini, kami yakin bisa mencapai 60 kapal pesiar akan bersandar. Selama tidak ada pembatalan, maka bisa kami layani semuanya,” jelas Ali Sodikin saat media gathering di PT Pelindo III Benoa awal Maret 2016.

BACA JUGA:  Kunjungan Wisatawan Mancanegara Ke Port Douglas And Daintree Meningkat

“Tahun 2016 adalah awal tahun yang cukup padat untuk jadwal kedatangan kapal pesiar di Pelabuhan Benoa. Dari 13 unit kapal pesiar yang datang, 13 unit sandar dan sisanya berlabuh karena panjang kapal yang melebihi panjang dermaga ataupun karena penuhnya tambatan di dermaga sehingga tidak dapat sandar,” ujar Ali Sodikin.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, hingga saat ini, kapal pesiar yang paling lama bersandar di Pelabuhan Benoa adalah MV Crystal Serenity selama lima hari. Total jumlah lama masa berkunjung kapal di Pelabuhan Benoa dengan 13 unit kapal pesiar adalah 26 hari.

BACA JUGA:  Epson Indonesia Rayakan Ulang Tahun dengan Menanam Mangrove

“Semakin lama kapal berkunjung di suatu tempat, semakin besar pula dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Menurut data yang dihimpun Kementerian Pariwisata pada tahun 2015, wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia dalam sehari dapat membelanjakan minimal US$100 hingga US$150. Jadi, efek domino bagi masyarakat sekitar cukup besar,” ujar Ali.

Penulis: Nila Sofianti

spot_img
spot_img

Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026, Tiga Ekosistem Industri Satu Expo

Jakarta, Venuemagz.com -  Ribuan profesional memadati lantai pameran konstruksi di NICE PIK 2 sejak...

Bali Menjadi Tuan Rumah Asian Open Water Swimming Championship 2026

Jakarta, Venuemagz.com -- Untuk pertama kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan lomba renang...

Satu Dekade INDOFEST: Gen Z Bawa Harapan Baru Wisata Petualangan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 kembali hadir sebagai pameran perlengkapan kegiatan...

ArtMoments Jakarta 2026: Panggung Lintas Budaya yang Membawa Seni Lokal ke Kancah Global

Jakarta, Venuemagz.com - ArtMoments Jakarta resmi dibuka pada tanggal 4 dan berakhir 7 Juni...

Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026, Tiga Ekosistem Industri Satu Expo

Jakarta, Venuemagz.com -  Ribuan profesional memadati lantai pameran konstruksi di NICE PIK 2 sejak...

Bali Menjadi Tuan Rumah Asian Open Water Swimming Championship 2026

Jakarta, Venuemagz.com -- Untuk pertama kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan lomba renang...

Satu Dekade INDOFEST: Gen Z Bawa Harapan Baru Wisata Petualangan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 kembali hadir sebagai pameran perlengkapan kegiatan...