“Presiden sudah menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID-19 ini diperlukan kerja sama dari berbagai pihak,” katanya.
Kerja sama ini tidak hanya sebagai upaya bersama dalam penanganan COVID-19, tapi juga menjaga industri perhotelan dan transportasi yang merupakan bagian penting dalam industri pariwisata nasional.
Diketahui, sektor pariwisata menjadi salah satu yang terdampak akibat pandemi COVID-19. Berdasarkan data dari PHRI, hingga pertengahan Maret kemarin tingkat okupansi hotel di berbagai wilayah Indonesia turun hingga 50 persen dan terancam terus turun.
“Misi kemanusiaan ini sudah bukan lagi terkait untung atau rugi, tapi ini terkait nyawa manusia. Saya mengimbau untuk semua unsur termasuk para pelaku industri pariwisata dapat membantu bersama jaga Indonesia dalam menghentikan penyebaran wabah COVID-19. Saatnya berbagi dan saling membantu. Bersama Jaga Indonesia,” ujar Wishnutama.
Letjen TNI Doni Monardo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) sekaligus Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, menyatakan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas dukungan dari Kemenparekraf dan pelaku industri pariwisata.
Selain menjalin kerja sama dengan Accor Group, Kemenparekraf juga telah menjalin kerja sama dengan Bluebird, Panorama, Antavaya, dan Whitehorse untuk menyediakan sarana transportasi bagi tenaga medis dan Gugus Tugas.





