Kemenparekraf Gandeng Tlusur Untuk Dukung Destinasi Wisata

Tuesday, 23 March 21 Bonita Ningsih

Untuk mempercepat pemulihan pariwisata Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memanfaatkan aplikasi “Tlusur” yang dikembangkan oleh PT Fantastis Anak Bangsa (FAB). Aplikasi ini dirancang untuk menyediakan informasi terkait destinasi-destinasi wisata yang ada di Indonesia.

Tak hanya itu, Tlusur juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi terkait penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata Indonesia. Melalui aplikasi tersebut, para pengguna dapat mengetahui berapa kapasitas pengunjung di sebuah destinasi wisata.

“Jadi, aplikasi ini dapat melaporkan kepada penggunanya ketika suatu destinasi wisata tersebut dalam kapasitas kosong, begitu juga sebaliknya,” kata Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

BACA JUGA:   INACEB Diresmikan, MICE Lari Kencang

Sandiaga mengatakan, aplikasi tersebut tengah memasuki masa alpha testing agar dapat dimanfaatkan untuk proses testing dan tracing dari penderita COVID-19. Setelahnya, Sandiaga akan berkolaborasi dengan aplikasi tracing yang telah ada seperti E-HAC dari Kementerian Kesehatan dan PeduliLindungi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Kita juga akan kolaborasikan aplikasi ini dengan aplikasi-aplikasi yang telah dikembangkan oleh pemerintah daerah. Sekarang aplikasi ini akan memasuki alpha testing pertama, dilanjutkan dengan beta testing,” jelasnya lagi.

Pengembangan aplikasi tersebut juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk membuka kembali pariwisata di Bali melalui travel corridor. Setelah sukses di Bali, aplikasi ini akan diberlakukan untuk seluruh destinasi wisata yang ada di Indonesia.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Siapkan Travel Pattern Untuk Membawa Wisatawan dari Danau Toba ke Medan

“Mudah-mudahan pada Juni atau Juli mendatang, saat pariwisata di Bali sudah kembali dibuka, aplikasi ini juga sudah bisa digunakan,” Sandiaga menambahkan.

Fritz Tobing, Chief Executive Officer PT FAB, mengatakan, aplikasi ini diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang berwisata di masa pandemi COVID-19. Saat pariwisata di Bali kembali dibuka, aplikasi ini berperan untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan dalam mengeksplorasi berbagai destinasi wisata yang ada di Bali.

BACA JUGA:   Muncul Varian COVID-19 Baru, Kemenparekraf Lakukan Langkah Antisipasi Saat Libur Lebaran

“Aplikasi ini konsepnya melindungi para wisatawan dengan update tracking terkini dan membagikan berbagai informasi dari destinasi wisata yang ada di Bali. Jadi, saat wisatawan ingin menelusuri Bali akan timbul rasa aman dan nyaman di dalamnya,” ujar Fritz.