BerandaNewsKemenparekraf Ingin Kembangkan Wisata Kesehatan di Bali

Kemenparekraf Ingin Kembangkan Wisata Kesehatan di Bali

Published on

spot_img

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berencana untuk mengembangkan wisata berbasis kesehatan di Provinsi Bali. Langkah ini nantinya akan menjadi sebagai salah satu produk unggulan pariwisata yang ada di Indonesia.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, wisata berbasis kesehatan di Bali akan dikembangkan bersamaan dengan basis budaya. Harapannya, wisata berbasis kesehatan akan menjadi pilar pariwisata dan membuka banyak lapangan pekerjaan pasca-pandemi.

“Bali akan menjadi sentra wisata bisnis, dengan melakukan program Bangga Buatan Indonesia berarti juga bangga berwisata medis di Indonesia,” kata Sandiaga.

BACA JUGA:  Batik Air Buka Penerbangan Langsung dari India ke Kualanamu

Sandiaga menjelaskan, wisata medis ini sebenarnya telah dikembangkan sejak tahun 2012, namun belum digarap secara maksimal. Oleh sebab itu, saat ini menjadi waktu yang tepat Kemenparekraf untuk berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam mengembangkan sektor wisata berbasis kesehatan ini.

“Pada akhir tahun 2020, Kemenparekraf bersama Kementerian Kesehatan telah melaksanakan pembaruan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama untuk mengembangkan wisata kesehatan, medis, kebugaran, dan herbal di Indonesia. Nantinya, ini semua akan menjadi salah satu produk wisata unggulan di Indonesia,” jelas Sandiaga.

BACA JUGA:  Dukung Pertumbuhan Industri Game Nasional, Pemerintah Terbitkan Perpres Nomor 19 tahun 2024

Selain berkolaborasi, langkah lainnya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata medis adalah membangun beberapa rumah sakit bertaraf Internasional di Bali. Selain itu, Kemenparekraf juga akan merancang program karantina dan isolasi mandiri dengan nuansa wisata.

“Jadi, saat menjalani isolasi selama 5 hingga 10 hari, wisatawan akan diajak untuk yoga, belajar tarian tradisional khas Bali, dan juga menyaksikan pertunjukan seni dan gamelan,” ungkap Sandiaga.

Pengembangan wisata kesehatan merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara di kondisi saat ini. Melalui wisata ini, diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan asing karena Indonesia telah memiliki layanan kesehatan berkualitas.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno: Tahun 2021 Jadi Tahun Kebangkitan Pariwisata

A.A. Raka Sudewi, Rektor Universitas Udayana, menilai, pengembangan Bali sebagai sentra wisata berbasis kesehatan adalah suatu hal yang tepat. Sudewi menyatakan pihaknya akan ikut serta berkolaborasi mengembangkan sektor wisata medis di Bali.

“Kita juga akan berkolaborasi untuk mempercepat pemulihan pasien COVID-19. Kita semua berharap agar pandemi cepat berlalu sehingga ekonomi Bali dan nasional dapat segera pulih kembali,” ujar Sudewi.

Sukses Digelar Perdana, Indonesia Women Fest Siap Hadir Lebih Besar pada 2027

Jakarta, Venuemagz.com - PT Dyandra Promosindo berkolaborasi dengan Grid Network mengumumkan akan kembali menghadirkan...

IONATION 2026 Sukses Digelar, Hadirkan Lebih dari 9.000 Orang dalam Satu Hari

Jakarta, Venuemagz.com - IONATION edisi ke-7 telah sukses digelar pada tanggal 29 Agustus 2026...

International Indonesia Book Fair 2026 Hadir dengan Area Dua Kali Lebih Besar

Jakarta, Venuemagz.com – International Indonesia Book Fair (IIBF) 2026 akan hadir dengan skala yang...

Bali Memimpin Sebagai Destinasi Liburan Musim Panas

Singapura, Venuemagz.com -- Untuk menyambut musim panas, platform perjalanan digital Agoda melaporkan kenaikan pencarian...

FINNS Menjadi Beach Club Pertama yang Miliki Helikopter Penyelamatan

Bali, Venuemagz.com -FINNS Beach Club secara resmi meluncurkan helikopter search and rescue (SAR) pertama...

Bali Sah Menjadi Destinasi Nomor 1 Dunia 2026

Bali, Venuemagz.com -- Industri pariwisata Indonesia kembali mencatatkan sejarah emas. Pulau Dewata, Bali, resmi...