Kolaborasi Antar-Kementerian Untuk Meningkatkan Infrastruktur Pariwisata

Tuesday, 09 March 21 Bonita Ningsih

Untuk kembali membangkitkan industri pariwisata Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) harus bekerja sama dengan banyak pihak terkait. Beberapa di antaranya adalah berkolaborasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengembangkan infrastruktur penunjang sektor pariwisata, upaya pelestarian cagar budaya, hingga peningkatan kualitas SDM di destinasi pariwisata.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, telah berdiskusi dengan pihak dari dua kementerian tersebut untuk merealisasikannya. Menurutnya, Kemendikbud dan Kementerian BUMN telah siap mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif terutama di kawasan destinasi prioritas.

Hal pertama yang telah disepakati adalah mengedepankan pariwisata berbasis kelestarian cagar budaya di Kawasan Borobudur. Menurutnya, Mendikbud Nadiem Makarim dan Menteri BUMN Erick Thohir akan mendukung melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak pada ekonomi rakyat, membuka lapangan pekerjaan di sektor parekraf, hingga mendorong dangdut menjadi UNESCO Heritage.

BACA JUGA:   Bus Bintang 5 untuk Dorong Pariwisata

Sementara, dari sisi infrastruktur penunjang sektor pariwisata, akan dibantu langsung oleh Kementerian BUMN. Menurut Sandiaga, Menteri BUMN akan membangun infrastruktur wisata bahari di setiap daerah yang memiliki destinasi wisata bahari agar dapat saling terhubung.

“Saya dan Mas Erick juga sudah membahas bagaimana Raja Ampat dan Labuan Bajo dapat memberikan dampak yang baik kepada masyarakat secara luas untuk membangkitkan ekonomi pasca pandemi,” ujar Sandiaga.

Erick Thohir juga berpendapat bahwa antar-kementerian/lembaga harus saling berkolaborasi dan bekerja sama membangkitkan perekonomian Indonesia. Saat ini, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah memerhatikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu industri paling terdampak akibat pandemi.

BACA JUGA:   Arabian Travel Market 2015 Catatkan Pertumbuhan 15 Persen

“Kita dari BUMN akan menyiapkan infrastruktur untuk membangun wisata bahari seperti di Bali Pelabuhan Benoa, di Labuan Bajo, dan di Raja Ampat supaya konektivitas terjadi. Jadi, kapal pesiar tidak hanya menumpang merapat saja, tetapi akan ada kegiatan pendukung yang membangun ekonomi masyarakat setempat,” kata Erick.

Sementara itu, Nadiem Makarim akan membantu mengembangkan kelestarian cagar budaya di Indonesia. Hal ini dilakukan agar destinasi wisata bisa semakin dikenal wisatawan mancanegara sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Kita harus memikirkan lagi bagaimana strategi untuk membuat cagar budaya kita lebih mendunia. Ini semua tentunya untuk mendukung pariwisata agar lebih dikenal bagi wisatawan domestik maupun internasional,” ucap Nadiem.

BACA JUGA:   Singapura Catatkan Rekor Baru di Sektor Pariwisata

Dari sisi peningkatan kapasitas SDM di destinasi super prioritas, Nadiem akan berupaya untuk mendukung kemampuan dan meningkatkan fasilitas sekolah-sekolah. Menurutnya, SDM yang berkualitas dapat mendukung kesuksesan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami bersemangat untuk mendukung Kemenparekraf, khususnya aspek pendidikan, mulai dari peningkatan fasilitas di politeknik, universitas, hingga SMK. Ini semua kami lakukan untuk bisa mendukung pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal di daerah destinasi prioritas,” ujar Nadiem.