Kemenparekraf Sediakan Data Permintaan Oksigen dan Obat di Indonesia

Wednesday, 14 July 21 Bonita Ningsih

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berkomitmen untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Dalam hal ini, Kemenparekraf, menggandeng berbagai pihak untuk membantu program percepatan pengendalian virus COVID-19.

Beberapa pihak yang sudah melakukan kerja sama dengan Kemenparekraf di antaranya adalah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) hingga mahasiswa politeknik pariwisata (poltekpar). Baru-baru ini, Kemenparekraf, juga menggandeng perusahaan penyedia jasa big data yaitu Arogya.ai untuk memetakan beberapa hal yang diperlukan terutama terkait data.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan bahwa Arogya.ai dapat memberikan data terkait kebutuhan dan permintaan oksigen di Indonesia. Arogya.ai akan memproyeksikan semua data tersebut melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Siapkan Program Strategis Untuk Garap Peluang di 2023

“Seminggu belakangan ini kami secara totalitas melakukan ini semua. Saat ini memang baru memproyeksikan permintaan oksigen, tetapi, ke depannya kerja sama kami akan diperluas untuk permintaan obat-obatan,” ungkap Sandiaga.

Selain itu, Kemenparekraf, juga telah bekerja sama dengan asosiasi terkait lainnya untuk menyediakan kebutuhan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan. Sandiaga mengaku telah memberikan bantuan oksigen konsentrator kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan juga Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

BACA JUGA:   Dyandra Media International Bagi-Bagi Rp8,5 Miliar

“Kami sudah lakukan diskusi dengan asosiasi penyedia oksigen terkait hal ini. Bantuan oksigen lainnya juga dilakukan oleh pihak-pihak dari dunia usaha lainnya dan kami apresiasi kinerja mereka,” Sandiaga menambahkan.

Bantuan tersebut dilakukan sebagai wujud pelaksanaan konsep 3G (Gercep, Geber, Gaspol) yang telah diterapkan Sandiaga. Menurutnya, Kemenparekraf akan selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat pandemi COVID-19.

BACA JUGA:   Personalisasi untuk Menjaring Wisatawan eSports

“Kita (Kemenparekraf) memang tidak bersinggungan langsung dengan penanganan COVID-19.  Tetapi, situasi ini memanggil kita untuk melakukan langkah kolaboratif di dalamnya. Jangan pernah bilang oksigen dan obat-obatan bukan urusan kita, tapi, ini urusan bersama. Makanya, kami ingin hadir untuk masyarakat,” jelasnya lagi.