Jakarta, Venuemagz.com – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mulai mempercepat pengembangan sektor pariwisata, khususnya di kawasan Kalianda dan Bakauheni, melalui kombinasi pembiayaan daerah dan penjajakan kerja sama dengan investor internasional.
Arah pengembangan itu mengemuka dalam acara Halal Bihalal 1447 H/2026 M Paguyuban Muakhian Kalianda se-Jabodetabek di Aula Buya Hamka, Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (3/5/2026).
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar Rp30 miliar dari APBD untuk penataan kawasan perkotaan Kalianda sekaligus pengembangan destinasi wisata di wilayah tersebut.
Selain penataan kawasan, Pemkab Lampung Selatan juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur penunjang. Tahun ini, sekitar Rp40 miliar dialokasikan untuk peningkatan akses jalan menuju sejumlah destinasi wisata.
Di sisi lain, Lampung Selatan juga mulai membuka ruang investasi internasional. Pemerintah daerah tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Marina Bay Sands dan operator kapal pesiar Star Cruises.
Salah satu skenario yang tengah dibahas adalah menjadikan Bakauheni sebagai titik singgah kapal pesiar rute internasional sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bali. Langkah ini dinilai strategis untuk menempatkan Lampung Selatan dalam peta pariwisata maritim regional.
Menurut Egi, minat investasi tersebut datang dari pihak Singapura yang melihat posisi Lampung Selatan sebagai kawasan dengan potensi besar. Targetnya, kerja sama ini dapat mulai terealisasi dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun.
Dalam acara yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turut menyinggung arah pengembangan kawasan Kalianda–Krakatau. Sebagai putra daerah Lampung Selatan, Zulhas memberi sinyal kuat bahwa kawasan tersebut tengah diproyeksikan menjadi destinasi baru untuk MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) sekaligus workation.
“Alhamdulillah nanti di Lampung Selatan akan ada InJourney, seperti BTDC di Bali, itu sedang kita usahakan,” kata Zulhas.
Ia menilai Kalianda memiliki kombinasi kekuatan yang jarang dimiliki banyak daerah sekaligus lanskap alam yang kuat, aksesibilitas dari Jakarta yang relatif dekat, serta peluang pengembangan fasilitas pendukung berstandar nasional.
Menurut Zulhas, pengembangan ini juga didukung oleh komitmen InJourney dalam menghadirkan layanan pariwisata terintegrasi sehingga arah pembangunan tidak semata bertumpu pada panorama, tetapi juga pada pembentukan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Meski belum diumumkan secara resmi, sinyal yang muncul mulai mengarah pada satu hal, Kalianda sedang dipersiapkan menjadi simpul baru pariwisata dan industri event di Indonesia, menawarkan alternatif baru di luar Bali.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga berencana menggandeng ITDC dan InJourney untuk mendorong pengembangan kawasan wisata terpadu dengan model yang mengacu pada konsep kawasan pariwisata terintegrasi seperti di Bali dan Lombok.
Dengan target realisasi dalam dua hingga tiga tahun ke depan, pemerintah daerah berharap kawasan Kalianda dan Bakauheni tak lagi hanya dikenal sebagai jalur lintasan, melainkan tumbuh menjadi pusat aktivitas wisata, event, dan ekonomi baru di ujung selatan Sumatera.




